BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Pendopo Agung Bangkalan, Rabu (21/1/2026). Peringatan ini dimaknai tidak sekadar sebagai ritual keagamaan, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat nilai moral, etika, dan integritas aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik.
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua PCNU Bangkalan, Ketua Baznas Bangkalan, para alim ulama, tokoh agama, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam menempatkan nilai-nilai religius sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Bangkalan.
Dalam sambutannya, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan agung Rasulullah SAW yang sarat dengan pesan keimanan, ketakwaan, dan keteladanan. Menurutnya, hikmah Isra Mi’raj sangat relevan untuk dijadikan pedoman, tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam menjalankan amanah pemerintahan.
“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, saya berharap kita semua semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam tugas, pengabdian, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, perintah salat yang menjadi inti peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, seperti kejujuran, akuntabilitas, serta komitmen dalam menjalankan amanah rakyat.
“ASN harus menjadikan nilai spiritual sebagai kompas moral dalam bekerja. Dengan integritas dan etika yang kuat, pelayanan publik akan semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemkab Bangkalan untuk terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. Menurutnya, pembangunan fisik dan ekonomi harus berjalan seiring dengan penguatan moral dan spiritual.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








