Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota

Kamis, 22 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peninjauan pembangunan Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan yang telah mencapai 90 persen, Rabu (21/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul- RadarBangsa.co.id)

Peninjauan pembangunan Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan yang telah mencapai 90 persen, Rabu (21/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul- RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Progres pembangunan Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan telah mencapai 90 persen. Dua bangunan yang berada di pusat Kota Banyuwangi itu disiapkan menjadi destinasi baru wisata heritage dan kuliner yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memperkuat identitas sejarah kota.

Revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan saat ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memantau agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Progresnya sudah 90 persen dan hasilnya cukup bagus. Kita berharap ini bisa menjadi destinasi baru, khususnya heritage dan kuliner,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi, M Yanuar Bramuda, saat meninjau lokasi pembangunan, Rabu (21/1/2026).

Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Nanin Oktaviantie, Kepala Dinas Perhubungan I Komang Sudira Admaja, sejumlah pejabat Pemkab Banyuwangi, serta penanggung jawab pelaksana pembangunan.

Pasar Banyuwangi direvitalisasi menjadi pasar tradisional berkonsep modern dan ikonik. Pasar ini dirancang memiliki gedung utama dua lantai dengan arsitektur khas Osing Banyuwangi. Area pasar dibagi menjadi pasar basah, pasar kering, serta zona kuliner, dan dilengkapi gedung parkir untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Sementara itu, Asrama Inggrisan merupakan bangunan cagar budaya yang direvitalisasi dengan tetap mempertahankan keaslian bentuk dan nilai historisnya. Nantinya, Asrama Inggrisan akan difungsikan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi.

Asrama Inggrisan memiliki nilai sejarah penting sebagai bagian dari kompleks perkantoran telegraf dunia. Pada 1871, Banyuwangi tercatat menjadi titik penghubung kabel telegraf bawah laut yang menghubungkan Eropa dan Australia, menjadikannya simpul komunikasi global pada masanya.

Bramuda berharap, keberadaan dua destinasi ini mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. “Kami berharap setelah rampung dan digunakan, pasar ini membawa rezeki yang lebih baik bagi para pedagang,” ujarnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru