Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Durian Merah Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis, Rabu (21/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Durian Merah Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis, Rabu (21/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Komoditas hortikultura unggulan Durian Merah Banyuwangi resmi ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Penetapan ini menjadikannya durian pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat IG, sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah penghasil buah premium berbasis kekayaan hayati lokal.

Sertifikat Indikasi Geografis tersebut diterbitkan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, setelah melalui proses verifikasi dan penilaian substansi sejak pengajuan awal pada tahun 2023.

“Alhamdulillah, sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi sudah terbit. Ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk kategori durian merah,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (21/1/2026).

Ipuk menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses panjang tersebut, mulai dari petani, kelompok tani, akademisi, hingga perangkat daerah. Menurutnya, pengakuan IG menjadi bukti bahwa kualitas produk lokal Banyuwangi diakui secara nasional.

“Sertifikat ini bukan hanya soal legalitas, tetapi pengakuan negara atas keunikan dan mutu durian merah Banyuwangi. Ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan ekonomi daerah,” ujar Ipuk.

Ia menambahkan, status IG diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas petani, khususnya di Kecamatan Songgon sebagai sentra durian merah, sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis agro. “Durian merah Banyuwangi sangat unik dan tidak dimiliki daerah lain. Ini bisa menjadi magnet wisata sekaligus kebanggaan daerah,” katanya.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan bahwa Durian Merah Banyuwangi (Durio zibethinus L) memiliki karakteristik yang membedakannya dari durian pada umumnya. Keunikan tersebut terletak pada warna daging buah merah, aroma kuat, dan cita rasa khas yang terbentuk dari faktor alam serta kearifan lokal.

“Kombinasi tanah, iklim, ketinggian wilayah, dan teknik budidaya tradisional yang diwariskan turun-temurun membentuk karakter durian merah Banyuwangi yang tidak bisa direplikasi di daerah lain,” jelas Ilham.

Ia merinci, durian merah Banyuwangi memiliki gradasi warna daging mulai merah pekat, merah pelangi, hingga merah semburat. Secara fisik, buah berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit kuning kehijauan, jumlah juring 4 sampai 7, ketebalan daging 4,2 hingga 18,5 milimeter, dan porsi daging mencapai 41,7 persen.

“Dari sisi organoleptik, aromanya kuat, rasanya manis-pahit seimbang, teksturnya lembut dan pulen. Kandungan gizinya juga tinggi, seperti antioksidan dan vitamin C, dengan kadar lemak yang relatif lebih rendah,” ujarnya.

Ilham menambahkan, durian merah Banyuwangi tergolong langka. Saat ini baru enam pohon induk yang terdaftar dalam skema IG dengan estimasi produksi rata-rata sekitar empat ton per pohon. Enam varietas unggul nasional tersebut meliputi Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan yang tersebar di Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.

Secara keseluruhan, luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan produksi sekitar 27.890 ton per tahun. Dengan perlindungan IG, Ilham menegaskan kekayaan genetik lokal Banyuwangi kini terlindungi.

“Perlindungan Indikasi Geografis memastikan durian merah Banyuwangi tidak bisa diklaim atau disalahgunakan pihak luar, sekaligus memberi kepastian hukum bagi petani dan pelaku usaha,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru