Bupati Gus Fawait Targetkan Rehab 1.000 RTLH untuk Percepat Penanganan Kemiskinan di Jember

Selasa, 14 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait meninjau rumah calon penerima bantuan RTLH di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Senin, 13 Juli 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait meninjau rumah calon penerima bantuan RTLH di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Senin, 13 Juli 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mempercepat penanganan kemiskinan melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bupati Jember Gus Fawait menargetkan pembangunan dan perbaikan sekitar 1.000 unit RTLH sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan saat Gus Fawait bersama jajaran meninjau rumah milik Sucipto di Dusun Pondok Lalang, RT 004/RW 008, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Senin (13/7/2026). Rumah tersebut menjadi salah satu calon penerima bantuan setelah kondisinya dilaporkan warga melalui layanan pengaduan Wadul Gus’e.

“Kunjungan ini berawal dari laporan masyarakat yang kami terima melalui program Wadul Gus’e. Karena itu, kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi rumah calon penerima bantuan RTLH,” ujar Gus Fawait.

Saat melakukan peninjauan, Gus Fawait mendapati rumah milik Sucipto masih berdinding anyaman bambu (gedek) yang telah lapuk sehingga dinilai tidak lagi layak dihuni. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk segera memberikan bantuan renovasi.

“Setelah melihat langsung kondisi rumah yang masih berdinding anyaman bambu dan sudah tidak layak huni, kami memastikan Bapak Sucipto berhak mendapatkan bantuan renovasi agar memiliki rumah yang sehat dan layak ditempati,” jelasnya.

Program RTLH menjadi salah satu strategi Pemkab Jember dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan pembangunan dan perbaikan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni yang akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah Kabupaten Jember.

“Program RTLH merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat penanganan kemiskinan. Tahun 2026 kami menargetkan pembangunan dan perbaikan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni yang akan dilaksanakan secara bertahap,” tambahnya.

Gus Fawait menegaskan program tersebut tidak berhenti pada tahun ini. Pembenahan rumah tidak layak huni akan terus dilanjutkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya agar semakin banyak masyarakat memperoleh hunian yang layak.

Pemkab Jember juga membuka ruang partisipasi masyarakat melalui layanan pengaduan Wadul Gus’e. Warga diminta melaporkan rumah yang kondisinya memprihatinkan agar segera didata dan diverifikasi sebagai calon penerima bantuan.

“Kami juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Wadul Gus’e untuk melaporkan rumah warga yang kondisinya memprihatinkan agar segera didata dan diverifikasi sebagai calon penerima bantuan,” ungkapnya.

Upaya penanganan kemiskinan tidak berhenti pada penyediaan rumah layak huni. Pemerintah daerah juga menyiapkan intervensi bagi keluarga penerima manfaat yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2 melalui pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Anak-anak dari keluarga penerima manfaat akan memperoleh pendidikan gratis di Sekolah Rakyat, fasilitas penunjang belajar berupa laptop, serta jaminan makan tiga kali sehari dan pemenuhan kebutuhan gizi secara rutin.

“Perbaikan rumah tidak cukup dilakukan secara fisik. Kami juga menyiapkan dukungan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi keluarga penerima manfaat agar upaya pengentasan kemiskinan berjalan lebih menyeluruh,” terangnya.

Melalui integrasi program perbaikan hunian dan peningkatan kesejahteraan keluarga, Pemkab Jember berharap upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Kami berharap program ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Jember,” tutupnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru