Bupati Lamongan Pastikan MPLS Aman dan Bebas Bullying di Tikung

Senin, 13 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau MPLS di Tikung, Senin (13/7), untuk memastikan sekolah aman dan bebas bullying. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau MPLS di Tikung, Senin (13/7), untuk memastikan sekolah aman dan bebas bullying. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Tikung, Senin (13/7). Kunjungan dilakukan ke PAUD Bhakti Pertiwi, SDN 3 Balongwangi, dan SMPN 1 Tikung untuk memastikan MPLS berjalan aman, tertib, dan bebas dari bullying.

Pemantauan itu dilakukan di hari pertama sekolah dan sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Aturan baru tersebut membatasi MPLS paling lama lima hari dan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan lagi sekadar pengenalan sekolah, melainkan sarana penumbuhan karakter serta budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Dalam kegiatan yang digabung dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS), Yuhronur menyoroti pentingnya peran orang tua, khususnya ayah, dalam masa tumbuh kembang anak. Ia mengaitkan hal itu dengan survei tentang fenomena fatherless yang menunjukkan ketidakhadiran ayah dalam masa pendidikan anak mencapai 24,9 persen.

“Kehadiran orang tua, khususnya ayah, menjadi penting. Ayah menjadi sosok pengayom, anak merasa aman, dan ayah terlibat dalam masa tumbuh kembang anak,” kata Yuhronur Efendi.

Ia menambahkan, perubahan zaman akan membawa tantangan berbeda bagi anak-anak yang kini dipersiapkan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga suasana sekolah tetap aman dan jauh dari perundungan.

“Semuanya berubah, yang tidak berubah adalah hubungan anak dan orang tua, kasih sayang, dan kepercayaan anak kepada orang tua. Mari semua terus turut serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, jangan sampai terjadi bullying di sekolah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Shodikin mengatakan MPLS dirancang Kemendikdasmen untuk menyambungkan jenjang pendidikan dari PAUD hingga SMA. Menurutnya, sekolah juga harus menyiapkan lingkungan belajar yang baik agar potensi anak berkembang sejak awal.

“MPLS ini gerakan yang diciptakan Kemendikdasmen dengan tujuan agar PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA itu nyambung. Anak-anak ini subjek, bukan objek, jadi sekolah menyiapkan lingkungan pembelajaran yang bagus untuk menyambut potensi anak kita,” ungkapnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46

Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya

Berita Terbaru