Bupati Sanusi Hadiri Rakor Khofifah Bahas Pengelolaan Sampah Modern

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Malang Sanusi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri rapat koordinasi penanganan sampah Malang Raya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/11/2025) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Malang Sanusi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri rapat koordinasi penanganan sampah Malang Raya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/11/2025) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama tiga pemerintah daerah di wilayah Malang Raya bersiap menjadi pionir nasional dalam pengelolaan sampah berbasis energi. Melalui program Waste to Energy atau Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Malang Raya ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Program ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Sampah Malang Raya yang digelar tertutup di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/11/2025) malam. Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan dihadiri oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si., Wali Kota Malang, serta Wali Kota Batu.

Turut hadir pula perwakilan Kementerian LH dan BPLH RI, PLN Pusat, serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara yang akan menjadi mitra strategis dalam pembangunan fasilitas PSEL di Malang Raya.

Bupati Malang, Sanusi, menyampaikan dukungannya terhadap langkah pemerintah pusat yang menjadikan Malang Raya sebagai salah satu wilayah prioritas dalam program pengelolaan sampah modern.

“Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh program nasional ini. PSEL akan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus membuka peluang baru di sektor energi dan investasi hijau,” kata Sanusi seusai rapat koordinasi.

Sanusi menegaskan bahwa pengelolaan sampah di wilayah aglomerasi Malang Raya — yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu — memerlukan kolaborasi lintas daerah. Dengan pendekatan terintegrasi, kapasitas pengolahan sampah dapat dimaksimalkan sekaligus menekan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

“Pengelolaan berbasis aglomerasi memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi. Tiga daerah ini saling terhubung, sehingga sistem pengumpulan dan pengolahan sampah bisa dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Menurut data Pemkab Malang, volume sampah di wilayah Malang Raya mencapai lebih dari 1.000 ton per hari. Dengan program Waste to Energy, sampah tersebut nantinya akan diolah menjadi sumber energi listrik yang dapat memasok kebutuhan rumah tangga maupun industri lokal.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa proyek PSEL Malang Raya merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong Jawa Timur menuju ekonomi hijau dan ramah lingkungan.

“Malang Raya memiliki potensi besar untuk menjadi model pengelolaan sampah terpadu berbasis energi. Kami berharap sinergi antar pemerintah daerah dapat mempercepat implementasi proyek ini,” kata Khofifah.

Pihak Kementerian LH juga menargetkan pembangunan fasilitas PSEL di Malang Raya dapat menjadi contoh nasional bagi daerah lain, baik dari segi teknologi, manajemen, maupun dampak sosial-ekonominya.

Melalui pendekatan Waste to Energy, pemerintah optimistis dapat menekan timbunan sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus mengurangi emisi karbon.

“Ini bukan hanya tentang mengelola sampah, tetapi juga tentang membangun masa depan energi bersih untuk masyarakat,” ujar Khofifah menambahkan.

Dengan dimulainya tahap koordinasi teknis ini, Malang Raya kini bersiap menuju era baru pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan — di mana sampah bukan lagi beban, melainkan sumber daya bernilai energi.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran
72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni
Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan
Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan
Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Hambatan SLIK, Dorong Bank Mandiri Permudah Kredit UMKM Pemula
Kredit UMKM Masih Sulit Cair, Anggota DPD RI Lia Istifhama Sentil Sistem SLIK OJK yang Bikin Pedagang Menjerit
Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:53 WIB

BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:47 WIB

72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:41 WIB

Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:03 WIB

Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:45 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Hambatan SLIK, Dorong Bank Mandiri Permudah Kredit UMKM Pemula

Berita Terbaru