LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan bahwa arah pembangunan daerah tetap berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani. Komitmen tersebut dinilai strategis karena sektor pertanian menyumbang lebih dari 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lamongan dan menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan sumber daya yang lebih besar untuk modernisasi pertanian, mulai dari penyediaan alsintan, pembenahan infrastruktur irigasi, hingga penguatan kelembagaan petani. “Kita ingin memastikan petani Lamongan mendapat dukungan penuh, tidak hanya dari sisi alat dan teknologi, tetapi juga dari kemudahan akses pupuk, pemberdayaan, hingga jaminan sosial,” ujarnya.
Yuhronur menambahkan, peningkatan kapasitas petani menjadi prioritas agar mereka mampu bersaing menghadapi perubahan iklim dan volatilitas pasar. “Pada momentum ini mari menyatukan tekad untuk memaksimalkan tugas yang telah diamanatkan. Kami ingin membangun ekosistem pertanian yang benar-benar kolaboratif, produktif, dan berkelanjutan. Petani tidak boleh berjalan sendiri,” tegasnya saat membuka Temu Wicara Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani di Aula Gadjah Mada Pemkab Lamongan, Senin (17/11).
Selain menjaga keberlanjutan sektor pertanian, berbagai kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mempertahankan posisi Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Pada kesempatan yang sama, Pemkab Lamongan memberikan apresiasi kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mulai tingkat kecamatan hingga desa yang dinilai berdedikasi dalam meningkatkan produktivitas petani. “Penyuluh adalah ujung tombak di lapangan. Kontribusi mereka sangat menentukan,” kata Yuhronur.
Lainnya:
- Pelayanan Publik Dipertaruhkan, Personel Polsek Tikung Jalani Tes Kesehatan
- UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman
- Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








