BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Kabupaten Banyuwangi kembali mencuri perhatian nasional setelah meraih penghargaan pengembangan ekosistem halal dari Universitas Brawijaya (UB) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Capaian ini dinilai sebagai bukti percepatan kebijakan daerah dalam mendorong ekonomi berbasis halal yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penghargaan diserahkan dalam Indonesia Halal Ecosystem Summit & Halal Metric Award di Kampus UB Malang, Selasa (5/5/2026).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi hasil dari kebijakan terintegrasi yang menyasar UMKM, infrastruktur, hingga sektor pariwisata.
“Ini bukan hanya soal sertifikasi, tapi bagaimana membangun ekosistem halal yang memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Ipuk, Kamis (7/5/2026).
Banyuwangi meraih tiga penghargaan sekaligus, meliputi inovasi, kolaborasi, pemberdayaan publik, serta pengembangan infrastruktur halal.
Dampaknya terasa langsung bagi pelaku usaha kecil. Hingga kini, lebih dari 22 ribu produk UMKM telah mengantongi sertifikat halal dengan fasilitasi pemerintah daerah. Langkah ini memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat rantai pasok dengan menghadirkan delapan rumah potong hewan dan empat rumah potong unggas bersertifikat halal. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting dalam menjaga standar produksi halal secara menyeluruh.
Rektor UB, Prof. Widodo, menilai Banyuwangi memiliki potensi besar karena mampu mengintegrasikan sektor ekonomi dan pariwisata dalam satu ekosistem halal.
“Banyuwangi tidak hanya kuat di makanan, tapi juga pariwisata halal. Progresnya sangat baik dan menjanjikan,” katanya.
Senada, Kepala BPJPH Haikal Hasan menyebut Banyuwangi sebagai contoh daerah yang serius membangun industri halal dari hulu hingga hilir.
“UMKM didorong sertifikasi halal, infrastrukturnya juga dibangun. Banyuwangi bisa jadi percontohan nasional,” ujarnya.
Ke depan, Pemkab Banyuwangi berkomitmen memperluas kolaborasi agar pengembangan industri halal semakin inklusif. Targetnya, sektor ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi daerah.
“Harapannya Banyuwangi bisa menjadi rujukan nasional dalam pengembangan ekosistem halal,” pungkas Ipuk.
Lainnya:
- UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman
- Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak
- Sekda Malang Dorong Dharma Wanita Perkuat SDM dan Pelayanan
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








