BANGKALAN, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Bangkalan mulai mempercepat penguatan layanan kesehatan masyarakat dari level paling bawah, yakni Posyandu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akses layanan kesehatan dasar semakin dekat, cepat, dan merata hingga pelosok desa.
Komitmen itu diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Posyandu dalam Transformasi Layanan Primer yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan di Posyandu Karang Asem RW 02, Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal, Kamis (7/5/2026).
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer, terutama untuk ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia yang menjadi kelompok paling rentan.
Penguatan Posyandu dinilai penting karena masih banyak persoalan kesehatan dasar di masyarakat, mulai dari stunting, kurang gizi, hingga rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan dini.
Ketua TP-PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiana Lukman Hakim, menegaskan Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga sehari-hari.
“Posyandu bukan sekadar tempat timbang balita, tetapi pusat layanan kesehatan dasar yang harus diperkuat kapasitasnya agar lebih optimal dan responsif,” ujarnya.
Menurut Lutfiana, keberhasilan transformasi layanan kesehatan primer tidak bisa hanya mengandalkan tenaga medis. Kader Posyandu dan PKK memiliki peran besar dalam edukasi, pendampingan, dan deteksi dini masalah kesehatan di lingkungan masyarakat.
Bagi warga, penguatan Posyandu berdampak langsung pada kemudahan akses layanan kesehatan tanpa harus jauh ke puskesmas atau rumah sakit. Hal ini juga dapat mempercepat penanganan masalah kesehatan sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, menjelaskan transformasi layanan primer menjadi langkah strategis untuk pemerataan pelayanan kesehatan hingga tingkat desa.
“Tujuannya agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas. Posyandu menjadi pilar utama karena berada paling dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Melalui bimtek ini, kader Posyandu dibekali pemahaman pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, agar mampu menjadi motor penggerak kesehatan keluarga di lingkungannya.
“Kami ingin masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Posyandu harus menjadi pusat pelayanan yang aktif, hidup, dan bermanfaat bagi warga,” pungkas Nunuk.
Lainnya:
- Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak
- Banyuwangi Disorot Nasional, Sabet Penghargaan Ekosistem Halal dari UB
- Sekda Malang Dorong Dharma Wanita Perkuat SDM dan Pelayanan
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








