Menaker Alarm Bahaya Global, Buruh dan Pengusaha Diminta Bersatu

Jumat, 8 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli menghadiri silaturahmi mitra strategis ketenagakerjaan di Ciloto, Cianjur, Rabu, 6 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli menghadiri silaturahmi mitra strategis ketenagakerjaan di Ciloto, Cianjur, Rabu, 6 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

CIANJUR, RadarBangsa.co.id — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan ketahanan dunia kerja Indonesia menghadapi tekanan global tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dan teknologi. Menurutnya, solidaritas antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha menjadi kunci utama menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum Silaturahmi Mitra Strategis Ketenagakerjaan di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026) malam.

Forum yang dihadiri serikat pekerja, asosiasi pengusaha, dan pemerintah ini dinilai penting di tengah ancaman perlambatan ekonomi global, disrupsi teknologi, hingga tekanan pasar kerja yang berdampak langsung pada jutaan pekerja di Indonesia.

Yassierli menilai, tantangan global saat ini bukan hanya soal persaingan industri, tetapi juga ancaman pemutusan hubungan kerja, penurunan daya beli, hingga ketidakpastian lapangan kerja.

“Bangsa Indonesia punya kekuatan besar, yaitu kebersamaan dan gotong royong. Ini yang harus dijaga untuk menghadapi tantangan global,” ujar Yassierli.

Menurutnya, hubungan industrial yang sehat antara buruh dan pengusaha menjadi fondasi penting untuk menjaga produktivitas sekaligus stabilitas sosial.

Bagi masyarakat, kolaborasi yang kuat dalam sektor ketenagakerjaan akan berdampak langsung pada kepastian kerja, perlindungan hak pekerja, dan keberlanjutan usaha di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif.

Yassierli menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif, termasuk peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di era digital.

“Pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup dengan regulasi. Dibutuhkan rasa saling percaya, kolaborasi, dan komitmen bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat menyebut forum seperti ini penting untuk menjaga komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah agar tidak terjadi konflik berkepanjangan.

“Kalau kita kompak, tantangan sebesar apa pun bisa kita hadapi bersama,” pungkas Jumhur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru