Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak

Jumat, 8 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meresmikan rumah pompa dan sumur bor bantuan Kementan di Desa Kaotan, Kamis (7/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meresmikan rumah pompa dan sumur bor bantuan Kementan di Desa Kaotan, Kamis (7/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjaga ketahanan pangan menghadapi ancaman musim kemarau mulai menunjukkan hasil nyata. Dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) berupa bantuan sumur bor dan jaringan irigasi kini menjadi senjata utama petani untuk menjaga produktivitas sawah tetap stabil.

Salah satu bantuan strategis itu diterima Kelompok Tani Keji Beling di Desa Kaotan, Kecamatan Blimbingsari. Sumur bor tersebut mampu mengairi lahan seluas 50,63 hektare yang digarap 63 petani, sekaligus menjadi solusi atas persoalan klasik kekurangan air saat musim kemarau.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan keberadaan sumur bor memberi kepastian distribusi air sepanjang tahun. Kondisi itu dinilai krusial untuk mencegah gagal panen dan menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

“Adanya sumur bor ini memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani sepanjang tahun. Ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengantisipasi kekeringan,” kata Ipuk saat meresmikan rumah pompa di area persawahan Poktan Keji Beling, Kamis (7/5/2026).

Menurut Ipuk, manfaat bantuan tersebut tak hanya dirasakan di sektor pertanian. Dengan pasokan air stabil, petani kini mampu meningkatkan intensitas tanam dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun, yang otomatis berdampak langsung pada peningkatan pendapatan keluarga petani.

Program ini merupakan bagian dari Optimasi Lahan (Oplah) Kementan 2025 yang menyasar 1.008 hektare lahan di tiga kecamatan, yakni Rogojampi, Blimbingsari, dan Srono. Total ada 29 unit sumur bor, tiga jaringan irigasi tersier, serta bantuan 25.025 kilogram benih untuk 1.001 hektare sawah.

Ketua Poktan Keji Beling, Isa Ansori, mengaku perubahan terasa signifikan sejak sumur bor beroperasi.

“Sebelumnya petani harus antre air. Sekarang lebih lancar, masa tanam bertambah, panen juga bisa tiga kali setahun. Ini sangat membantu,” ujarnya.

Selain untuk irigasi, air dari sumur bor kini dimanfaatkan untuk budidaya ikan hingga usaha kolam renang anak yang dikelola kelompok tani. “Ini bukan hanya soal panen, tapi juga membuka sumber ekonomi baru bagi warga,” pungkas Isa.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru