Laba Bank Jatim Melonjak, Dividen Naik, UMKM Jadi Andalan

Jumat, 8 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Jatim di Surabaya, Rabu, 6 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bank Jatim di Surabaya, Rabu, 6 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja impresif. Di tengah tekanan ekonomi global dan persaingan sektor perbankan yang makin ketat, Bank Jatim berhasil mencatat laba bersih Rp1,61 triliun, naik 24,80 persen secara tahunan (year on year/YoY), sekaligus meningkatkan dividen kepada pemegang saham.

Capaian itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya, Rabu (6/5/2026), dan dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai pemegang saham pengendali.

Kinerja ini menjadi sorotan karena bukan hanya berdampak pada investor, tetapi juga berpengaruh langsung pada pembiayaan sektor riil, UMKM, dan roda ekonomi daerah.

Khofifah menyebut, pertumbuhan Bank Jatim menjadi indikator penting kesehatan ekonomi Jawa Timur. Sebab, fungsi bank daerah tak hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi juga penggerak utama distribusi likuiditas hingga pendukung program pembangunan pemerintah.

“Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang 2025 patut diapresiasi. Pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga menunjukkan konsistensi pertumbuhan yang sehat,” ujar Khofifah.

Sepanjang 2025, aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen YoY. Sementara laba bersih bank only mencapai Rp1,546 triliun, tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.

Menurut Khofifah, capaian ini penting bagi masyarakat karena semakin kuatnya perbankan daerah berarti semakin besar peluang akses pembiayaan untuk pelaku usaha kecil, petani, nelayan, dan sektor produktif lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan transformasi digital agar layanan Bank Jatim lebih cepat, aman, dan menjangkau masyarakat luas, terutama di daerah-daerah yang belum terakses optimal oleh layanan perbankan.

“Kita ingin Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan ekonomi daerah,” tegasnya.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, strategi utama perseroan sepanjang 2025 adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas aset. Salah satunya dengan memperbesar dana murah, memperketat penyaluran kredit, dan mendorong transaksi digital.

Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci agar layanan lebih efisien sekaligus memperkuat pendapatan non-bunga.

“Pencapaian ini tidak lepas dari berbagai terobosan strategis, termasuk sinergi dengan UMKM dan penguatan digitalisasi layanan,” kata Winardi.

Dampaknya sudah terlihat pada kuartal I 2026. Bank Jatim mencatat laba bersih konsolidasi Rp661 miliar, tumbuh 90,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Total kredit yang disalurkan hingga Maret 2026 mencapai Rp109,22 triliun, tumbuh 40,85 persen YoY. Sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp122,80 triliun.

Bagi masyarakat, pertumbuhan kredit ini berarti peluang pembiayaan usaha makin terbuka. Sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Timur dipastikan mendapat akses modal lebih luas.

Tak hanya itu, Bank Jatim juga membagikan dividen Rp56,62 per lembar saham, naik dari tahun sebelumnya Rp54,71. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp850,17 miliar atau 55 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Kenaikan dividen ini memperkuat posisi saham BJTM sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik di pasar modal, dengan indikasi dividend yield mencapai 9,60 persen.

Selain agenda keuangan, RUPS juga menyepakati perubahan struktur organisasi dan susunan pengurus untuk memperkuat tata kelola serta manajemen risiko.

Winardi menegaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang agar Bank Jatim tetap kompetitif, adaptif, dan relevan menghadapi perubahan zaman.

“Kami optimistis kinerja positif ini bisa terus terjaga hingga akhir tahun, dengan tetap menjaga kualitas aset dan memperluas pembiayaan produktif,” pungkasnya

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru