Buron Usai Gasak Toko Emas di Pamekasan, Ibu dan Anak Ditangkap di NTB

Kamis, 21 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satreskrim Polres Pamekasan menunjukkan pelaku pencurian emas lintas provinsi yang ditangkap di Dompu, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Satreskrim Polres Pamekasan menunjukkan pelaku pencurian emas lintas provinsi yang ditangkap di Dompu, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Satreskrim Polres Pamekasan berhasil membongkar jaringan pencurian perhiasan lintas provinsi yang diduga telah beroperasi di sejumlah daerah. Dua terduga pelaku yang diamankan berinisial AL (24) dan UN (51), keduanya diketahui memiliki hubungan ibu dan anak.

Kasus ini bermula dari laporan pencurian di Toko Emas Jakarta yang terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa itu sempat menjadi sorotan karena pelaku berhasil membawa kabur perhiasan sebelum akhirnya melarikan diri keluar Pulau Madura.

Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan resmi pada 9 Mei 2026. Tim Resmob Satreskrim kemudian melakukan penyelidikan intensif dengan menelusuri rekaman CCTV hingga jejak pelarian pelaku.

“Tim Resmob langsung melakukan penyelidikan mendalam. Titik terang kami dapat setelah menganalisis rekaman CCTV asli dari pelapor,” kata Kanit 1 Pidum Satreskrim Polres Pamekasan, IPDA Reza Farizal Sjafii, S.H., Rabu (20/5/2026).

Dari hasil pelacakan, keberadaan pelaku diketahui berada di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Resmob Polres Dompu untuk melakukan penangkapan.

“Pada 12 Mei 2026 kedua pelaku berhasil kami amankan di Dompu setelah sebelumnya melarikan diri keluar Madura,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap keduanya diduga merupakan bagian dari sindikat pencurian terorganisir yang berpindah-pindah daerah untuk menjalankan aksinya. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya lokasi kejahatan lain yang melibatkan jaringan tersebut.

“Mereka tidak hanya beraksi di Pamekasan. Jaringan ini menyasar pusat perbelanjaan dan toko perhiasan di beberapa provinsi,” tegas IPDA Reza.

Motif pencurian disebut dipicu persoalan ekonomi dan lilitan utang. Namun polisi masih terus mengembangkan kasus untuk mengetahui pola operasi serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam jaringan tersebut.

Kini kedua tersangka berikut barang bukti diamankan di Satreskrim Polres Pamekasan untuk proses hukum lebih lanjut. Keduanya dijerat pasal pencurian dalam KUHP.

“Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan lainnya,” pungkasnya

Penulis : Debora

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Senin, 2 November 2026 - 10:26

58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Berita Terbaru