PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Satreskrim Polres Pamekasan berhasil membongkar jaringan pencurian perhiasan lintas provinsi yang diduga telah beroperasi di sejumlah daerah. Dua terduga pelaku yang diamankan berinisial AL (24) dan UN (51), keduanya diketahui memiliki hubungan ibu dan anak.
Kasus ini bermula dari laporan pencurian di Toko Emas Jakarta yang terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa itu sempat menjadi sorotan karena pelaku berhasil membawa kabur perhiasan sebelum akhirnya melarikan diri keluar Pulau Madura.
Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan resmi pada 9 Mei 2026. Tim Resmob Satreskrim kemudian melakukan penyelidikan intensif dengan menelusuri rekaman CCTV hingga jejak pelarian pelaku.
“Tim Resmob langsung melakukan penyelidikan mendalam. Titik terang kami dapat setelah menganalisis rekaman CCTV asli dari pelapor,” kata Kanit 1 Pidum Satreskrim Polres Pamekasan, IPDA Reza Farizal Sjafii, S.H., Rabu (20/5/2026).
Dari hasil pelacakan, keberadaan pelaku diketahui berada di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Resmob Polres Dompu untuk melakukan penangkapan.
“Pada 12 Mei 2026 kedua pelaku berhasil kami amankan di Dompu setelah sebelumnya melarikan diri keluar Madura,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan sementara mengungkap keduanya diduga merupakan bagian dari sindikat pencurian terorganisir yang berpindah-pindah daerah untuk menjalankan aksinya. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya lokasi kejahatan lain yang melibatkan jaringan tersebut.
“Mereka tidak hanya beraksi di Pamekasan. Jaringan ini menyasar pusat perbelanjaan dan toko perhiasan di beberapa provinsi,” tegas IPDA Reza.
Motif pencurian disebut dipicu persoalan ekonomi dan lilitan utang. Namun polisi masih terus mengembangkan kasus untuk mengetahui pola operasi serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam jaringan tersebut.
Kini kedua tersangka berikut barang bukti diamankan di Satreskrim Polres Pamekasan untuk proses hukum lebih lanjut. Keduanya dijerat pasal pencurian dalam KUHP.
“Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan lainnya,” pungkasnya
Penulis : Debora
Editor : Zainul Arifin


















Komentar