CFD Durungbedug Sidoarjo Libatkan 360 UMKM, Digelar Tiap Minggu

Minggu, 20 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana bersama warga mengikuti CFD perdana sekaligus menikmati lapak UMKM di Desa Durungbedug, Sidoarjo, Minggu (20/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana bersama warga mengikuti CFD perdana sekaligus menikmati lapak UMKM di Desa Durungbedug, Sidoarjo, Minggu (20/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Car Free Day (CFD) perdana di Desa Durungbedug, Kecamatan Candi, Sidoarjo, tak hanya menghadirkan ruang olahraga bagi warga. Jalan desa sepanjang sekitar satu kilometer yang ditutup dari lalu lintas kendaraan itu sekaligus berubah menjadi pasar bagi sekitar 360 pelaku UMKM, Minggu (20/9/2026).

Sejak pagi, ribuan warga memadati jalur CFD. Sebagian mengikuti senam bersama, sementara lainnya berjalan bersama keluarga sembari menikmati berbagai dagangan yang memenuhi sisi kanan dan kiri jalan.

Bagi pelaku UMKM, keramaian tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau pembeli secara langsung.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengapresiasi konsep CFD yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memberi manfaat bagi kesehatan sekaligus membuka peluang peningkatan perekonomian warga.

“Mudah-mudahan setiap hari Minggu diadakan acara seperti ini. Ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian Desa Durungbedug,” ujarnya.

Mimik mengatakan Pemkab Sidoarjo akan terus mendorong pengembangan UMKM, salah satunya melalui akses permodalan Program Kurda (Kredit Usaha Rakyat Daerah) yang disalurkan BPR Delta Artha Perseroda.

Pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal, kata dia, dapat memanfaatkan program tersebut dengan pinjaman lunak mulai Rp5 juta hingga Rp10 juta. Salah satu persyaratannya adalah memiliki KTP sebagai warga Sidoarjo.

“Yang ingin mengembangkan usaha UMKM-nya bisa mendapatkan pinjaman lunak. Minimal Rp5 juta sampai Rp10 juta. Syaratnya, cukup ber-KTP warga Sidoarjo,” katanya.

Selain permodalan, Mimik menekankan pentingnya legalitas bagi pelaku usaha. Warga yang telah berjualan maupun yang baru merintis usaha diminta segera mendaftarkan usahanya agar memiliki akses terhadap berbagai fasilitas pengembangan yang disediakan pemerintah.

“Yang mau bikin usaha, daftarkan sekarang. Nanti bisa tetap berjualan di sini. Insya Allah ke depannya akan kita bantu gerobak jualannya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pedagang untuk menjaga kerapian lapak serta kebersihan kawasan CFD. Pengelolaan sampah menjadi perhatian agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu kenyamanan warga.

“Saya juga minta tolong jaga kebersihan, terutama masalah sampahnya,” tegasnya.

Kepala Desa Durungbedug M. Iskaq mengatakan CFD tersebut telah dipersiapkan selama beberapa bulan. Setelah pelaksanaan perdana mendapat respons positif, kegiatan itu direncanakan menjadi agenda rutin setiap Minggu.

Selama pelaksanaan CFD, Jalan Desa Durungbedug ditutup mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

“Kegiatan ini sudah beberapa bulan kita rencanakan. Alhamdulillah, dengan dukungan pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten, kegiatan sukses terlaksana,” katanya.

Dari sekitar 360 UMKM yang membuka lapak, sekitar 300 pelaku usaha merupakan warga Desa Durungbedug. Sementara sisanya berasal dari luar desa.

Pemdes Durungbedug hanya menarik retribusi kebersihan dan keamanan sebesar Rp5.000 untuk setiap lapak.

“Ini sementara sekitar 360 UMKM. Khusus warga Durungbedug 300. Selebihnya warga lain,” ujar Iskaq.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, Mimik mengajak masyarakat mempercantik lingkungan desa dengan menanam tanaman bunga, salah satunya bougenville.

“Ayo tanam di rumah masing-masing. Setiap jalan ditanami. Kalau sudah berbunga, akan membuat lingkungan itu cantik,” ajaknya.

Dengan rencana pelaksanaan setiap Minggu, CFD Durungbedug menjadi ruang baru yang mempertemukan aktivitas olahraga, interaksi warga dan perdagangan. Jalan desa yang biasanya menjadi jalur transportasi kini dimanfaatkan pada waktu tertentu sebagai ruang publik sekaligus tempat pelaku UMKM mencari pasar.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

MagangHub Batch 2 Dimulai Besok, Ini yang Perlu Disiapkan Peserta
Baksos HUT ke-81 TNI di Lamongan, 22 Anak Ikuti Khitanan Gratis
Jelang Survei Akreditasi, RSUD H. Moh Ruslan Mataram Perkuat Budaya Mutu
Gus Fawait Sebut Cerutu Jember Tembus Hampir 45 Negara
PAD Jember Naik 32,36 Persen Tanpa Naikkan Tarif Pajak
Hari Jadi ke-1097, Rusdi Sutejo Ajak Semua Elemen Bangun Pasuruan
Pasuruan Carnival 2026 Libatkan 39 Kontingen dari 24 Kecamatan
Pesan Emil Dardak kepada Ning Lia, Istiqomah Buka Ruang Dialog

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:19

MagangHub Batch 2 Dimulai Besok, Ini yang Perlu Disiapkan Peserta

Minggu, 20 September 2026 - 20:02

Baksos HUT ke-81 TNI di Lamongan, 22 Anak Ikuti Khitanan Gratis

Minggu, 20 September 2026 - 19:46

Jelang Survei Akreditasi, RSUD H. Moh Ruslan Mataram Perkuat Budaya Mutu

Minggu, 20 September 2026 - 19:09

Gus Fawait Sebut Cerutu Jember Tembus Hampir 45 Negara

Minggu, 20 September 2026 - 19:00

PAD Jember Naik 32,36 Persen Tanpa Naikkan Tarif Pajak

Berita Terbaru