Menaker Ungkap Target 5,32 Juta Tenaga Kerja Hijau pada 2029

Minggu, 20 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli memberikan arahan pada acara Green Mobility & Vocational Synergy 2026 di BBPVP Bandung, Sabtu (19/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli memberikan arahan pada acara Green Mobility & Vocational Synergy 2026 di BBPVP Bandung, Sabtu (19/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

BANDUNG, RadarBangsa.co.id – Perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan ikut mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja di Indonesia. Pemerintah menargetkan jumlah tenaga kerja hijau mencapai sekitar 5,01–5,32 juta orang pada 2029.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan peningkatan kebutuhan tenaga kerja hijau akan berjalan seiring dengan perkembangan ekonomi dan teknologi yang semakin mengarah pada transisi hijau.

Menurut Yassierli, perubahan teknologi harus diikuti kesiapan sumber daya manusia agar kebutuhan industri tidak terbentur keterbatasan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai.

“Teknologinya berkembang, tenaga kerjanya juga harus kita siapkan. Jangan sampai teknologinya sudah tersedia, tetapi tenaga kerja yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya belum siap,” kata Yassierli saat memberikan arahan pada acara Green Mobility & Vocational Synergy 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Sabtu (19/9/2026).

Ia menjelaskan, pertumbuhan kendaraan listrik dan energi terbarukan tidak hanya berkaitan dengan produksi teknologi, tetapi juga memunculkan kebutuhan terhadap berbagai jenis kompetensi baru.

Kebutuhan tersebut mencakup teknisi kendaraan listrik, instalasi tenaga surya, pengoperasian stasiun pengisian, pemeliharaan, hingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Transisi hijau membutuhkan teknologi, investasi, dan yang paling penting, tenaga kerja yang kompeten,” ujarnya.

Untuk mengejar kebutuhan tersebut, Yassierli menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, industri perlu dilibatkan sejak penyusunan kurikulum hingga proses penempatan lulusan.

Keterlibatan industri juga mencakup penyediaan instruktur, praktik kerja, serta sertifikasi. Dengan pola tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi berujung pada pengakuan kompetensi dan akses terhadap pekerjaan maupun usaha.

“Fokus kita jelas: peserta selesai pelatihan, kompetensinya diakui, kemudian bekerja atau berusaha,” katanya.

Selain penguasaan teknologi, aspek keselamatan menjadi perhatian dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja hijau. Yassierli mengingatkan bahwa pelatihan teknologi hijau perlu mencakup kompetensi kelistrikan, penanganan baterai, pencegahan kebakaran, serta prosedur keadaan darurat.

Hal itu dinilai penting karena tenaga kerja yang menangani teknologi hijau tidak cukup hanya memahami cara memasang, mengoperasikan, atau memperbaiki sistem. Pemahaman mengenai prosedur keselamatan juga menjadi bagian dari kompetensi yang harus dikuasai.

“Kita ingin peserta pelatihan memiliki kompetensi yang utuh. Bukan hanya mampu memasang, mengoperasikan, dan memperbaiki sistem, tetapi juga memahami aspek keselamatannya,” ujarnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Anggota DPD RI Lia Istifhama Gandeng GAS Pemuda, Bagikan 200 Paket Sembako di Surabaya
Khofifah Dampingi Prabowo Resmikan Fakultas Kedokteran Unida Gontor
Rayakan 41 Tahun, Persekabpas Pasuruan Menang 2-1 atas Putra Sang Fajar
100 Peserta Jelajah Alam Pasuruan Lewat Fun Offroad 2026
Belajar Membuat Jus Sehat, Penyandang Disabilitas Didorong Kembangkan Potensi dan Kemandirian
Sidoarjo Raih 9 Medali di Kejurprov Senam Jatim, Masih Berpeluang Tambah Koleksi
KBJI 2026 Terbit, Menaker Yassierli Dorong Klasifikasi Jabatan Lebih Responsif
Kemnaker Bekali 416 Tenaga Kerja Maluku Utara, Didorong Siap Kerja dan Berwirausaha

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:10

Menaker Ungkap Target 5,32 Juta Tenaga Kerja Hijau pada 2029

Sabtu, 19 September 2026 - 22:44

Anggota DPD RI Lia Istifhama Gandeng GAS Pemuda, Bagikan 200 Paket Sembako di Surabaya

Sabtu, 19 September 2026 - 22:27

Khofifah Dampingi Prabowo Resmikan Fakultas Kedokteran Unida Gontor

Sabtu, 19 September 2026 - 17:04

Rayakan 41 Tahun, Persekabpas Pasuruan Menang 2-1 atas Putra Sang Fajar

Sabtu, 19 September 2026 - 16:59

100 Peserta Jelajah Alam Pasuruan Lewat Fun Offroad 2026

Berita Terbaru