KENDAL,RadarBangsa.co.id – Peresmian Gedung SMP Sains El Masruri menjadi salah satu momen paling bermakna dalam rangkaian Haul ke-26 KH Masruri yang digelar Pondok Pesantren Ribath El Masruri, Minggu (2/8/2026), di Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Berdirinya sekolah tersebut menandai komitmen pesantren dalam melanjutkan perjuangan KH Masruri melalui penguatan pendidikan yang memadukan sains, teknologi, dan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah.
Peresmian berlangsung di hadapan ribuan warga Nahdliyin yang mengikuti Pengajian Umum, Ijazah Kubro, dan doa bersama. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, Ketua PCNU Kendal KH Moh. Mustamsikin, Bupati Kendal, para ulama, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Ribath El Masruri.
Berdirinya SMP Sains El Masruri menjadi langkah strategis dalam memperluas layanan pendidikan berbasis pesantren. Sekolah ini dirancang untuk mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan dan sains dengan pembinaan karakter, akhlak, serta penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, kepemimpinan, dan kepedulian sosial sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi pesantren.
Dalam mauidhoh hasanahnya, Wakil Ketua PBNU KH Zulfa Mustofa menyampaikan apresiasi atas perkembangan Pondok Pesantren Ribath El Masruri yang terus memperkuat perannya di bidang pendidikan. Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu berkiprah di berbagai sektor kehidupan.
“Santri Nahdlatul Ulama harus mampu berkiprah di berbagai sektor kehidupan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlak Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar KH Zulfa.
Ia menilai, pengembangan lembaga pendidikan seperti SMP Sains El Masruri merupakan langkah nyata dalam menyiapkan generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang moderat.
Selain menekankan pentingnya pendidikan, KH Zulfa juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk terus menjaga ukhuwah dan memperkuat persaudaraan.
“NU tidak pernah mengajarkan konflik. Orang yang hidup dalam tradisi NU harus menjaga kerukunan dan persaudaraan,” katanya.
Haul ke-26 KH Masruri sendiri digelar sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum KH Masruri dan para masyayikh pendiri Masjid serta MDTU NU Nurul Huda. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat dakwah, pendidikan, dan persatuan warga Nahdlatul Ulama melalui pengembangan lembaga pendidikan berbasis Ahlussunnah wal Jamaah.
Antusiasme ribuan jamaah yang memadati kompleks Pondok Pesantren Ribath El Masruri hingga akhir acara mencerminkan besarnya dukungan masyarakat terhadap pengembangan pendidikan pesantren. Dengan berdirinya SMP Sains El Masruri, cita-cita KH Masruri untuk menghadirkan pendidikan yang melahirkan generasi berakhlak, berilmu, dan bermanfaat bagi umat diharapkan terus berlanjut dari generasi ke generasi.
Penulis : Tim Kendal
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar