Empat Warisan Budaya Gunungkidul Ditetapkan WBTB Indonesia 2024, Ini Pesan Sri Sultan

Senin, 26 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Gunungkidul menerima sertifikat WBTB dari Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kantor Gubernur DIY (Dok Istimewa)

Bupati Gunungkidul menerima sertifikat WBTB dari Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kantor Gubernur DIY (Dok Istimewa)

YOGYAKARTA, RadarBangsa.co.id – Empat warisan budaya asal Kabupaten Gunungkidul resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2024. Sertifikat penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, kepada Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Selasa (26/5/2025), di Gedhong Pracimasan, Komplek Kepatihan Kantor Gubernur DIY.

Keempat warisan budaya yang mendapat pengakuan tersebut adalah Tradisi Sambatan, Njaluk Udan, Bersih Kali, dan Gudeg Gedebog Pisang. Semua merupakan kekayaan budaya yang hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Gunungkidul.

“Hari ini kita kepala daerah Bupati/Wali Kota se-DIY diundang oleh Ngarsa Dalem untuk menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda. Dari Gunungkidul ada empat yang ditetapkan,” ujar Bupati Endah Subekti seusai menerima sertifikat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, mengungkapkan bahwa DIY menjadi daerah dengan jumlah perolehan WBTB terbanyak secara nasional pada tahun 2024.

Tercatat, 32 karya budaya dari berbagai kabupaten/kota di DIY ditetapkan sebagai WBTB oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Ini menjadi capaian tertinggi DIY sejak 2013. Ada 5 karya dari Keraton, 4 dari Kulon Progo, 5 dari Bantul, 8 dari Sleman, 4 dari Gunungkidul, dan 6 dari Kota Yogyakarta,” papar Dian.

Penyelenggaraan penyerahan sertifikat ini juga menjadi pembuka Pergelaran Perayaan Warisan Budaya Takbenda DIY 2025 ‘Ajur Ajer #3 Bayu Manah’, yang berlangsung mulai 26 hingga 28 Mei 2025 di Hotel Royal Brongto.

Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X menekankan bahwa pelestarian budaya tak sekadar menjaga bentuk atau tampilan tradisi, tetapi juga harus mempertahankan nilai, makna, dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat.

“DIY tidak boleh hanya menjadi ‘etalase budaya’ yang sekadar memamerkan masa lalu tanpa merawat rohnya,” tegas Ngarsa Dalem.

Sri Sultan juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam pelestarian budaya. Menurutnya, pelaku budaya harus menjadi subjek utama dalam upaya pelestarian, bukan sekadar objek dari program pemerintah.

“Saya mendorong agar pelestarian WBTB ke depan melibatkan generasi muda secara aktif, memberi mereka ruang dan alasan kuat untuk terhubung dengan tradisi sebagai sumber identitas dan inspirasi,” imbuhnya.
Empat karya budaya dari Gunungkidul yang berhasil diakui secara nasional merupakan representasi dari kekayaan nilai lokal, gotong royong, dan harmoni dengan alam.

Tradisi seperti Sambatan dan Njaluk Udan menggambarkan semangat kolektivitas, sementara kuliner seperti Gudeg Gedebog Pisang mencerminkan kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber daya alam.

Dengan pengakuan ini, Gunungkidul tak hanya mengangkat potensi budaya daerah, tapi juga menegaskan peran strategisnya dalam memperkuat jati diri kebangsaan di tengah arus modernisasi.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru