Festival Seni Tradisi Bangkalan Dorong Pengakuan WBTb Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Seni Tradisi Bangkalan digelar di depan Pendopo Agung Bangkalan pada Jumat malam (24/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Festival Seni Tradisi Bangkalan digelar di depan Pendopo Agung Bangkalan pada Jumat malam (24/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Festival Seni Tradisi Bangkalan di depan Pendopo Agung Bangkalan, Jumat malam (24/7/2026), sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan seni budaya sekaligus memperkuat eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Kegiatan yang mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan itu juga menjadi ruang ekspresi bagi para seniman untuk menampilkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

Festival tersebut tidak hanya menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya, terutama bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak semakin mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim menegaskan bahwa Festival Seni Tradisi memiliki makna lebih luas daripada sekadar hiburan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga identitas budaya bangsa sekaligus memperkuat karakter masyarakat melalui pelestarian tradisi.

“Festival Seni Tradisi bukan sekadar hiburan atau tontonan, melainkan wujud nyata kecintaan kita terhadap warisan leluhur. Seni budaya adalah identitas dan jati diri bangsa yang harus kita jaga bersama di tengah arus modernisasi,” ujar Lukman.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Bangkalan terhadap pelestarian budaya telah diwujudkan melalui berbagai langkah. Pada 2025, tiga karya budaya asal Bangkalan, yakni Tongkos, Topeng Patenteng, dan Batik Ghentongan, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Upaya tersebut berlanjut pada 2026 dengan mengusulkan lima karya budaya lainnya untuk memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Kelima karya budaya itu meliputi Hong Bahhong, Tari Blandaran, Sandur Bangkalan, Topa’ Ladeh, dan Nase’ Serpang.

“Ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam menjaga, melestarikan, dan melindungi seni budaya daerah. Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar lima karya budaya yang kami usulkan dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2026,” ungkapnya.

Lukman menilai keberhasilan pelestarian budaya memerlukan keterlibatan seluruh pihak. Sinergi antara pemerintah, DPRD Provinsi Jawa Timur, seniman, budayawan, komunitas budaya, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci agar tradisi lokal tetap berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pelestarian seni budaya tidak mungkin tercapai tanpa adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, DPRD Jawa Timur, para pelaku seni, budayawan, dan masyarakat. Sinergi ini membuktikan bahwa negara hadir bersama rakyat untuk memastikan tradisi dan seni lokal tetap hidup, berkembang, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Pada akhir sambutannya, Bupati Bangkalan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Provinsi Jawa Timur atas dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Seni Tradisi di Kabupaten Bangkalan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai momentum memperkuat pelestarian budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap identitas daerah.

“Semoga Festival Seni Tradisi ini menjadi momentum untuk mempererat persatuan, memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal, serta mendorong generasi muda agar terus menjaga dan melestarikan warisan leluhur sebagai identitas bangsa,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru