Forum PPTS-RPK Jember Ingin Temui Zulkifli Hasan, Siap Jadi Percontohan Nasional

Jumat, 28 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus dan anggota Forum PPTS dan RPK Kabupaten Jember saat mengikuti rapat koordinasi di Dira Argopuro, Jumat (28/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pengurus dan anggota Forum PPTS dan RPK Kabupaten Jember saat mengikuti rapat koordinasi di Dira Argopuro, Jumat (28/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id — Forum Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) dan Rumah Pangan Kita (RPK) Kabupaten Jember berharap dapat bertemu langsung dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membahas penguatan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi dan bahan pangan.

Harapan tersebut disampaikan setelah Forum PPTS dan RPK Jember resmi mengantongi badan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Keinginan bertemu Menko Pangan mengemuka dalam rapat koordinasi forum yang digelar di Dira Argopuro, Jumat (28/8/2026).

Forum tersebut menaungi 560 kios atau pengecer resmi PPTS dan terhubung dengan sekitar 1.800 kelompok tani di Kabupaten Jember. Dengan dukungan kelembagaan yang telah terbentuk, forum menyatakan siap menjadi salah satu daerah percontohan dalam tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi dan bahan pangan pokok.

Rakor dihadiri sejumlah unsur pemangku kepentingan, di antaranya pengurus dan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jember, Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI/PUD), Persatuan Pedagang Pupuk Eceran Terdaftar dan Tersebar (PDTSK) Jember, serta ketua PPTS tingkat kecamatan.

Dari 31 kecamatan di Jember, perwakilan PPTS dari 28 kecamatan hadir dalam pertemuan tersebut. Tiga kecamatan lainnya berhalangan hadir dengan izin.

Pembina PPTS dan RPK Jember sekaligus Ketua KTNA Jember, Muhammad Sholeh, bersama pembina lainnya, Suwarno dan Hari, menyatakan forum akan proaktif mengajukan permohonan audiensi kepada Menko Pangan.

“Harapan kami, kami pengin atau berkesempatan bertemu langsung dengan Pak Menko Pangan Zulkifli Hasan di Jember. Rencana kita mau menghadap Pak Menko dan proaktif untuk seremonial penyampaian aspirasi kita,” ujar Sholeh.

Menurut Sholeh, legalitas kelembagaan menjadi salah satu modal bagi forum untuk memperkuat peran para pengecer dalam mendukung penyaluran pupuk dan pangan di tingkat masyarakat.

“Di Jember ini legalnya sudah lengkap, kompak, dan Jember ini bisa menjadi acuan daripada Indonesia,” katanya.

Ia berharap soliditas antarpedagang dan penyalur terus dijaga agar distribusi pupuk bersubsidi maupun bahan pangan dapat berjalan sesuai sasaran.

“Harapan kami teman-teman semakin kompak dan guyub, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi maupun beras SPHP dan MinyaKita bisa benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Forum PPTS dan RPK Jember juga berharap pertemuan dengan Zulkifli Hasan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan kondisi serta aspirasi pedagang dan petani secara langsung. Pembahasan diharapkan mencakup penguatan rantai distribusi pupuk dan pangan dari tingkat penyalur hingga masyarakat penerima.

Rencana audiensi tersebut menjadi langkah lanjutan forum setelah legalitas kelembagaan diperoleh dan konsolidasi internal dilakukan melalui rapat koordinasi.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru