Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Jatim Jadi Penggerak Swasembada Pangan

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 di Jawa Timur, Jumat (14/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 di Jawa Timur, Jumat (14/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka di Jawa Timur mengambil peran nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026. Tahun ini, peringatan Hari Pramuka mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Khofifah menilai tema tersebut relevan dengan tantangan pembangunan nasional. Menurutnya, swasembada pangan bukan hanya persoalan meningkatkan produksi, tetapi juga berkaitan dengan upaya memperkuat kemandirian dan kedaulatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Gerakan Pramuka memiliki kekuatan luar biasa karena hadir sampai ke akar rumput dan membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, tangguh, serta memiliki kepedulian sosial. Kekuatan ini harus kita sinergikan untuk ikut menjaga ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Khofifah.

Ia menyebut keterlibatan Pramuka dalam ketahanan pangan tidak harus melalui kegiatan berskala besar. Gerakan tersebut dapat dimulai dari lingkungan sekolah, keluarga, maupun komunitas melalui langkah sederhana dan berkelanjutan.

Upaya itu antara lain membangun kesadaran agar tidak membuang makanan, memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman produktif, mengenalkan pertanian kepada generasi muda, mengembangkan kebun pangan, serta menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

“Semangat Pramuka adalah semangat untuk hadir, berkarya dan memberikan manfaat. Karena itu, Pramuka harus menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya memahami pentingnya pangan, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutannya,” katanya.

Dalam agenda ketahanan pangan, Jawa Timur memiliki posisi strategis. Provinsi ini merupakan salah satu lumbung pangan nasional sekaligus memiliki basis produksi tebu yang kuat dan terus mengembangkan berbagai komoditas tanaman pangan.

Pada sektor pergulaan, Jawa Timur berkontribusi sekitar 51 persen terhadap produksi gula nasional. Sepanjang 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur mencapai sekitar 1,34 juta ton atau menjadi capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir.

“Ini semakin mempertegas posisi Jawa Timur sebagai penyangga utama industri gula nasional sekaligus daerah strategis dalam ikhtiar mewujudkan swasembada gula,” ungkapnya.

Memasuki 2026, Jawa Timur kembali mendapat kepercayaan melaksanakan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare. Total target pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Kekuatan pangan Jawa Timur juga ditopang sektor tanaman pangan, terutama padi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi Jawa Timur pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare, meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari luas panen tersebut, produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan produksi 2024. Produksi tersebut setara dengan sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi penduduk.

Khofifah menilai capaian tersebut perlu berjalan bersama dengan regenerasi pelaku pertanian. Keberlanjutan ketahanan pangan dalam jangka panjang, kata dia, bergantung pada kemampuan Indonesia menyiapkan generasi muda yang mau dan mampu terlibat dalam sektor pertanian.

“Anak-anak muda harus melihat pertanian sebagai sektor masa depan. Pertanian hari ini bukan hanya tentang mencangkul dan menanam, tetapi juga teknologi, inovasi, digitalisasi, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun rantai nilai pangan yang berkelanjutan. Di sinilah Pramuka bisa mengambil peran strategis,” tuturnya.

Perkembangan teknologi, menurut Khofifah, membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian. Pertanian modern membutuhkan inovasi dalam budidaya, pengelolaan data, mekanisasi, pemasaran, pengolahan hasil, hingga pengembangan usaha berbasis pangan.

Nilai-nilai yang ditanamkan melalui Gerakan Pramuka juga dinilai memiliki relevansi dengan agenda ketahanan bangsa. Disiplin, gotong royong, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat pengabdian menjadi modal dalam menghadapi tantangan pangan.

“Pramuka adalah kawah candradimuka pembentukan karakter generasi bangsa. Dari sinilah kita menyiapkan generasi yang tangguh menghadapi berbagai tantangan sekaligus memiliki semangat untuk menjaga negeri dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, Gugus Depan, SAKA, SAKO, para pembina, pelatih, pamong, serta seluruh anggota Gerakan Pramuka di Jawa Timur yang aktif melakukan kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada momentum Hari Pramuka ke-65, ia berharap semangat tersebut semakin memperkuat peran Pramuka sebagai agen perubahan, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan, menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun optimisme menuju Indonesia Emas 2045.

“Selamat Hari Pramuka Ke-65. Mari terus kobarkan semangat Satya dan Darma Pramuka. Jadilah generasi yang tangguh, mandiri, produktif, peduli dan selalu siap memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Berita Terbaru