Gubernur Khofifah dan AHY Resmikan Program Pengentasan Permukiman Kumuh di Gresik

Minggu, 2 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono meresmikan Program DAK-TPPKT 2025 di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono meresmikan Program DAK-TPPKT 2025 di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan Program Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Kawasan Kumuh Terpadu (DAK-TPPKT) Tahun Anggaran 2025 di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8). Program tersebut menghadirkan 166 unit rumah layak huni beserta infrastruktur pendukung sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang aman, sehat, resik, indah (ASRI), dan berkelanjutan.

Peresmian itu menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mempercepat penanganan kawasan permukiman kumuh. Sinergi lintas sektor tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga penataan lingkungan agar lebih tertata dan nyaman untuk dihuni.

Sebanyak 166 unit rumah yang diresmikan terdiri atas 69 unit pembangunan baru relokasi, 33 unit pembangunan baru in situ, 43 unit peningkatan kualitas rumah, serta 21 unit pembangunan baru melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR). Dari jumlah tersebut, 145 unit didanai melalui DAK-TPPKT, sedangkan 21 unit lainnya merupakan hasil kolaborasi Pakuwon Group bersama Habitat for Humanity Indonesia.

Kawasan permukiman tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas dasar yang menunjang kehidupan masyarakat. Infrastruktur yang dibangun meliputi jalan lingkungan, drainase, tandon air, sambungan air bersih rumah tangga, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Gubernur Khofifah mengatakan masyarakat Desa Campurejo kini dapat merasakan manfaat nyata dari sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam menyediakan hunian yang lebih layak.

“Alhamdulillah, hari ini masyarakat Desa Campurejo bisa merasakan langsung manfaat nyata dari sinergi dan kolaborasi mulai pemerintah pusat, daerah dan sektor swasta,” kata Khofifah.

Ia menegaskan program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih sehat dan tertata.

“Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih layak huni,” ujarnya.

Menurut Khofifah, kawasan seluas 7,11 hektare tersebut kini menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi 288 kepala keluarga atau sekitar 1.152 jiwa. Setiap unit dibangun di atas lahan berukuran 6 x 10 meter dengan luas bangunan sekitar 6 x 7 meter.

Ia menilai kolaborasi pemerintah bersama dunia usaha menjadi contoh pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui gotong royong seluruh pemangku kepentingan, percepatan pengentasan kawasan kumuh dapat diwujudkan secara lebih optimal.

“Semoga kawasan ini bisa menjadi contoh bagaimana kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Terima kasih Pakuwon Group dan Habitat for Humanity Indonesia sebagai mitra pembangunan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah bersama Menko AHY juga berdialog dengan sejumlah warga penerima manfaat. Ia mengaku terharu mendengar langsung ungkapan syukur masyarakat yang kini memiliki rumah lebih layak dibanding kondisi sebelumnya.

“Saya sempat menyapa beberapa keluarga yang kini menempati rumah yang telah dibangun dan direvitalisasi. Saya merasa terharu ketika mereka menyampaikan terima kasih karena kini memiliki tempat tinggal yang jauh lebih layak,” ungkapnya.

Menurutnya, perubahan yang dirasakan warga tidak hanya terlihat pada kondisi rumah, tetapi juga lingkungan sekitar yang menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman. Pembangunan kawasan permukiman harus disertai penyediaan infrastruktur dasar agar masyarakat dapat hidup lebih sehat sekaligus produktif.

“Perubahannya luar biasa. Bukan hanya rumah yang dibangun atau direnovasi, tetapi juga jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, instalasi pengolahan air limbah hingga pengelolaan sampah,” jelasnya.

Khofifah menambahkan, kondisi kawasan setelah revitalisasi menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dibandingkan sebelumnya.

“Perbedaannya jauh sekali antara sebelum dan sesudah direnovasi. Tidak hanya rumahnya yang berubah menjadi lebih baik, tetapi juga lingkungan sekitarnya,” terangnya.

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung percepatan pengentasan kawasan permukiman kumuh. Menurutnya, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi penerima Program DAK-TPPKT Tahun Anggaran 2025 di lima lokasi, sekaligus memberikan dukungan tambahan melalui APBD Provinsi untuk dua lokasi lainnya.

Lima lokasi penerima program tersebut meliputi Kabupaten Gresik, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Madiun. Dukungan APBD Provinsi Jawa Timur difokuskan untuk memperkuat penanganan kawasan di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan.

“Saya mengapresiasi Ibu Gubernur. Selain lima lokasi yang mendapatkan dukungan DAK, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan dukungan tambahan melalui APBD. Ini menunjukkan komitmen yang kuat agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati hunian yang layak,” ujar AHY.

Ia menegaskan penyediaan rumah layak huni merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah, kata AHY, berupaya memastikan kualitas hidup masyarakat terus meningkat melalui lingkungan yang sehat dan tertata.

“Ini adalah bukti bahwa negara hadir, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah hadir untuk masyarakat yang kita cintai. Kita ingin memastikan kualitas hidup masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu,” katanya.

Salah seorang penerima manfaat, Imam Hamsori, mengaku keluarganya kini dapat tinggal di rumah yang aman dan nyaman setelah bertahun-tahun menempati rumah yang tidak layak huni.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Menko AHY, Ibu Gubernur Khofifah, Bapak Bupati Gresik, Pak Camat, dan Pemerintah Desa Campurejo. Dulu rumah saya kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau hujan, air masuk ke dalam rumah. Sekarang alhamdulillah sudah memiliki rumah yang layak huni,” ucapnya.

Imam mengatakan perubahan juga dirasakan pada kondisi lingkungan yang kini jauh lebih bersih, tertata, dan nyaman. Menurutnya, suasana kampung menjadi lebih harmonis sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Dulu lingkungan kami kumuh, sekarang jauh lebih rapi dan nyaman. Warga menjadi semakin akrab, suasana kampung juga lebih tertib dan sejuk. Kami benar-benar merasakan kebahagiaan dengan perubahan ini,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru