LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Lamongan menerima Penghargaan Dukungan dan Komitmen sebagai Pembina Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove pada Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 di Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7).
Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Lamongan dalam menjaga dan mengelola ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Lamongan yang akrab disapa Mas Dirham mengatakan penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat upaya pelestarian kawasan mangrove di wilayah pesisir.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat upaya perlindungan ekosistem mangrove. Mangrove memiliki fungsi yang sangat strategis, tidak hanya sebagai benteng alami untuk menahan abrasi dan dampak perubahan iklim, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut serta penopang kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, pelestarian mangrove harus terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, luas kawasan mangrove mencapai 135,59 hektare. Kawasan tersebut tersebar di Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran.
Sebanyak 114 hektare atau sekitar 85 persen berada di Kecamatan Brondong yang meliputi Desa Labuhan, Lohgung, Sedayulawas, dan Sidomukti. Sisanya seluas 21,59 hektare atau sekitar 15 persen berada di Kecamatan Paciran yang mencakup Desa Tlogosadang, Sidokelar, Kranji, Tunggul, dan Kandangsemangkon.
Melalui penghargaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove guna mendukung pembangunan berkelanjutan, meningkatkan ketahanan kawasan pesisir, serta menjaga keseimbangan lingkungan bagi masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar