Gubernur Khofifah Gebrak IKA UNAIR, Bidik Jejaring Alumni Mendunia

Kamis, 13 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Forum Silaturahmi IKA UNAIR di Pontianak, Senin (10/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Forum Silaturahmi IKA UNAIR di Pontianak, Senin (10/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong para alumni UNAIR memperkuat jejaring lintas sektor dan lintas negara. Ia menilai organisasi alumni perlu mengambil peran yang lebih fungsional agar memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat.

Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahmi bersama IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (10/8/2026) malam. Menurutnya, forum alumni tidak semata menjadi ruang pertemuan, tetapi dapat menjadi wadah bertukar gagasan, membangun kerja sama, serta mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

“Pokoknya kita ini menanam, menanam, menyiram, menyiram. Insya Allah pada saatnya nanti akan panen. Kalau bukan kita yang panen tentu nanti akan ada yang memanen, artinya hadirnya kita, kerja kita Insya Allah dapat memberikan manfaat,” ujar Khofifah.

Ia menilai kontribusi alumni akan turut membawa nama baik almamater. Karena itu, semakin besar peran yang diberikan alumni di berbagai bidang, semakin kuat pula identitas UNAIR melalui kiprah para lulusannya.

“Semakin banyak kontribusi yang diberikan, maka background akademik juga akan terbawa, bagaimana IKA UNAIR mengambil peran maka UNAIR pun akan teridentifikasi,” ujarnya.

Khofifah menyebut alumni UNAIR dapat membuka jalan bagi terjalinnya kerja sama antara Jawa Timur dengan daerah tempat mereka tinggal atau berkiprah. Menurutnya, hubungan tersebut berpotensi mendukung pembangunan melalui pertukaran pengalaman, pengetahuan, serta kolaborasi lintas daerah.

“Sinergi ini menjadi satu hal potensial yang dibutuhkan, tidak hanya memperkuat jejaring tetapi lebih dari itu, membuka pintu kolaborasi untuk pembangunan yang lebih baik,” jelasnya.

Ia juga mengajak alumni UNAIR di Kalimantan Barat mengambil peran pada berbagai sektor. Praktik baik yang berkembang di Jawa Timur, menurut Khofifah, dapat dipelajari dan diterapkan di Kalimantan Barat apabila sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah.

“Beberapa *best practice* Jawa Timur bisa menjadi satu hal yang dapat dikaji dan direplikasi di Kalimantan Barat jika berkesesuaian,” terangnya.

Penguatan jejaring juga diarahkan hingga tingkat internasional. Khofifah bertemu dengan IKA UNAIR Chapter Amerika di Grahadi, Rabu (12/8/2026), yang selama ini berperan membantu konektivitas alumni UNAIR dengan sejumlah perusahaan besar di Amerika Serikat.

“Bahwa untuk bisa mencapai ini tentu tidak mudah, tetapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa, ekosistem dan kultur harus dibangun dan dibentuk sehingga semua bisa memiliki semangat yang sama untuk kemajuan pembangunan,” tuturnya.

Khofifah menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari penguatan jejaring alumni. Ia mengajak para alumni saling berbagi pengalaman serta membuka akses pengembangan kapasitas bagi sesama alumni.

“Mari saling belajar, saling berbagi pengalaman, terutama untuk memperkuat kualitas SDM, karena peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah investasi terbaik untuk kemajuan daerah maupun bangsa, ini bisa diawali dari membangun jejaring melalui IKA UNAIR,” tegasnya.

Kerja sama juga dapat diarahkan pada sektor pertanian dan peternakan. Khofifah menyebut Jawa Timur memiliki kontribusi besar dalam kedua sektor tersebut dan membuka peluang bagi alumni UNAIR di Kalimantan Barat untuk mengambil peran.

“Di Jawa Timur ada Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementan RI untuk sapi ya, saya rasa teknologinya sederhana, dan bisa dilakukan di sini, semua bisa diadaptasi di sini, disesuaikan dengan kemampuan daerah,” sebutnya.

Forum tersebut turut membahas pengembangan karier alumni, termasuk bagi lulusan baru. Khofifah menyampaikan IKA UNAIR akan membantu pengembangan karier melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari uji kompetensi advokasi, fasilitasi persiapan mengikuti CASN, hingga kesempatan magang dan pengembangan karier di luar negeri.

“IKA UNAIR juga menjembatani hingga ke luar negeri karena ada 5 cabang internasional yang aktif, salah satunya ada di USA yang memfasilitasi untuk bisa magang di industri raksasa Amerika, selama di sana bisa tinggal di rumah alumni-alumni UNAIR, kembali ke Indonesia membawa nilai tawar yang tinggi,” jelasnya.

Penguatan jejaring tersebut berjalan seiring dengan capaian UNAIR di tingkat internasional. Berdasarkan QS World University Rankings tahun ini, UNAIR berada di peringkat 276, meningkat dari posisi 287 pada tahun sebelumnya.

“Posisi ini karena salah satu peran pentingnya ada di alumni, yaitu employee reputation yang melihat masa tunggu dan gaji pertama alumninya,” katanya.

Pada 2025, UNAIR juga menempati peringkat kesembilan dunia dalam Times Higher Education Impact Rankings. Dalam pemeringkatan tersebut, UNAIR tercatat sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).

Khofifah menilai capaian tersebut tidak lepas dari keterlibatan alumni. Kontribusi sosial alumni yang terdokumentasi melalui berbagai media turut memperkuat gambaran kiprah IKA UNAIR di tengah masyarakat.

Karena itu, Khofifah mengajak seluruh alumni menjaga nama baik almamater, memperluas kerja sama, serta menjadi penggerak kolaborasi lintas daerah dan negara.

“Mari kita terus menjaga silaturahmi, memperkuat jejaring, menyebarluaskan informasi positif tentang almamater, bangun kolaborasi lintas daerah, dan memberikan kontribusi nyata melalui pengabdian kita kepada masyarakat di bidang masing-masing,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru