Gubernur Khofifah Pastikan 100 Kardus Bantuan IKA UNAIR untuk Korban Gempa Flores Tepat Sasaran

Selasa, 25 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PP IKA UNAIR Khofifah Indar Parawansa saat meninjau bantuan IKA UNAIR Peduli Gempa Flores NTT di Kabupaten Manggarai Timur, Senin (24/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Ketua Umum PP IKA UNAIR Khofifah Indar Parawansa saat meninjau bantuan IKA UNAIR Peduli Gempa Flores NTT di Kabupaten Manggarai Timur, Senin (24/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MANGGARAI TIMUR, RadarBangsa.co.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Khofifah Indar Parawansa memastikan bantuan IKA UNAIR Peduli Gempa Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.

Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur itu meninjau bantuan IKA UNAIR Peduli Gempa Flores NTT di Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (24/8). Sekitar 100 kardus bantuan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan.

Bantuan tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan khusus perempuan, perlengkapan bayi, hingga obat-obatan. Jenis bantuan dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi tanggap darurat bencana.

Khofifah menegaskan, ketepatan sasaran menjadi prinsip utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan. Menurutnya, besarnya bantuan yang terkumpul tidak akan memberikan hasil maksimal jika distribusinya tidak disertai pemetaan kebutuhan serta koordinasi yang baik di lapangan.

“Bantuan ini harus dipastikan tidak berhenti di titik pengumpulan atau serah terima. Yang paling penting adalah bagaimana bantuan dapat sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, terutama perempuan, bayi, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya.

Ia meminta distribusi bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak. Langkah itu dinilai penting agar bantuan tidak menumpuk di lokasi yang relatif mudah dijangkau, sementara masyarakat di wilayah dengan akses terbatas justru belum memperoleh dukungan yang memadai.

“Distribusi harus berdasarkan kebutuhan di lapangan. Jangan sampai bantuan terkonsentrasi di lokasi yang mudah dijangkau, sedangkan masyarakat yang berada di wilayah dengan akses terbatas justru belum mendapatkannya,” tegas Khofifah.

Untuk memastikan distribusi berjalan efektif, Khofifah menyampaikan Ketua PW IKA UNAIR NTT Prof. Dr. Yantus AB Neolaka, yang merupakan guru besar di Universitas Nusa Cendana, telah berkoordinasi dengan mahasiswa yang diturunkan ke daerah terdampak.

Koordinasi tersebut memungkinkan mahasiswa terlibat dalam distribusi bantuan secara langsung, termasuk dengan pola door to door. Dengan pendekatan tersebut, bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap kebutuhan perempuan dan bayi. Khofifah menilai kebutuhan kelompok tersebut tidak selalu sama dengan kebutuhan bantuan umum sehingga harus masuk dalam perencanaan distribusi sejak awal.

Bantuan IKA UNAIR Peduli karena itu tidak hanya diarahkan pada kebutuhan umum, tetapi juga mencakup perlengkapan yang mendukung kebutuhan perempuan dan bayi selama berada dalam kondisi pascabencana.

“Kebutuhan perempuan dan bayi harus menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Mereka memiliki kebutuhan khusus yang harus dipenuhi agar kesehatan, kebersihan, dan kenyamanannya tetap terjaga,” tuturnya.

Khofifah juga mengapresiasi alumni UNAIR, donatur, relawan, serta berbagai pihak yang bergotong royong menghimpun bantuan untuk masyarakat terdampak gempa Flores.

Menurutnya, gerakan tersebut menunjukkan bahwa ikatan alumni tidak hanya dibangun melalui hubungan akademik, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial dan aksi kemanusiaan.

“Solidaritas alumni harus diwujudkan dalam kerja nyata. Di mana pun masyarakat membutuhkan, IKA UNAIR harus berupaya hadir membawa kepedulian, harapan, dan manfaat,” katanya.

Khofifah menambahkan, solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana perlu dijaga bukan hanya selama masa tanggap darurat. Dukungan juga dibutuhkan ketika masyarakat memasuki fase pemulihan.

Setelah kebutuhan mendesak terpenuhi, masyarakat terdampak masih membutuhkan dukungan untuk kembali membangun kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan mereka. Karena itu, ia meminta jajaran IKA UNAIR tetap memantau perkembangan situasi di lokasi terdampak.

Evaluasi terhadap proses distribusi juga dinilai penting agar bantuan lanjutan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat. Pola distribusi berbasis kebutuhan diharapkan membuat dukungan kemanusiaan lebih efektif.

Khofifah menyebut pendekatan tersebut sekaligus dapat memperkuat sinergi antara alumni, pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat setempat dalam penanganan dampak bencana.

“Kita ingin sekitar 100 kardus bantuan ini benar-benar memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat. Semoga ikhtiar kecil ini menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di NTT untuk bangkit dan pulih bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PW IKA UNAIR NTT Prof. Dr. Yantus AB Neolaka menyatakan sejumlah dokter yang merupakan alumni UNAIR di Flores telah terlibat dalam penanganan bencana sejak tahap tanggap darurat.

PW IKA UNAIR juga telah membentuk Posko Peduli IKA UNAIR untuk NTT. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya alumni UNAIR dalam mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana.

“Bantuan dari Ketua Umum PP IKA UNAIR, Ibu Khofifah Indar Parawansa sangat membantu proses penanganan bencana, baik berupa bahan makanan, sandang, dan yang lebih khusus obat-obatan yang sangat diperlukan,” tambah Yantus.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru