Gubernur Khofifah Terima Bintang LVRI di Hari Veteran Nasional 2026

Rabu, 12 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penganugerahan Bintang LVRI dalam Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu, 12 Agustus 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penganugerahan Bintang LVRI dalam Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu, 12 Agustus 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MALANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penganugerahan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dalam Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (12/8/2026).

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas komitmen dan kedekatan Khofifah dengan keluarga besar LVRI. Penghargaan itu sekaligus menjadi pengingat agar nilai-nilai perjuangan para veteran terus diteruskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Khofifah mengaku penghargaan tersebut menjadi kejutan karena baru mengetahui rencana penganugerahan dua hari sebelum pelaksanaan peringatan. Informasi itu disampaikan Ketua DPD LVRI ketika menghadiri syukuran HUT LVRI di Grahadi.

“Ini sebetulnya surprise karena saya baru mendengar dari Ketua DPD LVRI dua hari yang lalu saat kita melakukan syukuran HUT LVRI di Grahadi. Kami mendengar bahwa akan ada penganugerahan Bintang LVRI untuk Khofifah sebagai Gubernur. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih atas penganugerahan ini,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi kehormatan pribadi, tetapi juga amanah untuk meneruskan semangat pengabdian yang telah ditunjukkan para veteran. Nilai perjuangan itu dinilai tetap relevan meski bentuk tantangan bangsa telah berubah.

“Penghargaan ini bukan semata sebagai sebuah kehormatan, melainkan sebagai amanah bagi kita bersama untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.

Khofifah mengatakan perjuangan membela kemerdekaan pada masa lalu dilakukan dengan menghadapi kekuatan asing secara fisik dan mengangkat senjata. Generasi saat ini menghadapi medan perjuangan yang berbeda, sehingga bentuk bela negara juga harus menyesuaikan tantangan zaman.

“Perjuangan membela kemerdekaan, membela bangsa dan negara, beda momentumnya. Kalau dulu dengan bersenjata, kalau dulu dilakukan secara fisik, dan khusus veteran itu mereka yang pernah berjuang menghadapi tentara asing,” katanya.

Saat ini, perjuangan menurut Khofifah dapat diwujudkan melalui upaya melawan kebodohan, kemiskinan, hoaks dan berbagai bentuk perpecahan yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.

“Kalau kita sekarang berjuang untuk bisa melawan kebodohan, melawan hoaks, melawan kemiskinan, melawan perpecahan dan menjaga persatuan,” imbuhnya.

Khofifah menegaskan bela negara tidak semata berkaitan dengan aktivitas pertahanan secara fisik. Setiap warga negara dapat mengambil peran melalui pendidikan, pekerjaan, kepatuhan terhadap hukum, kepedulian lingkungan serta penggunaan teknologi informasi secara bertanggung jawab.

“Bela negara hari ini bukan hanya tentang mengangkat senjata. Bela negara diwujudkan dengan belajar dan bekerja sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati hukum, menjaga lingkungan, melawan hoaks, menggunakan media sosial secara bijak, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” jelasnya.

Ia juga menilai tantangan bangsa masih mencakup kesenjangan, kebodohan, kemiskinan, kesewenang-wenangan, korupsi dan berbagai persoalan sosial. Karena itu, semangat perjuangan para veteran perlu diterjemahkan menjadi upaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Semangat perjuangan para veteran harus kita lanjutkan. Kalau dulu perjuangannya adalah merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini perjuangannya adalah memastikan kemerdekaan itu menghadirkan kehidupan yang lebih baik, lebih adil dan lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.

Upaya tersebut, kata Khofifah, membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Persatuan dan kegotongroyongan menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai persoalan tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Mari kita bangun kebersamaan, persatuan dan kegotongroyongan bersama, mengikatkan diri kita sebagai bagian dari penguat, pengukuh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Khofifah juga menyebut para veteran sebagai *living history* atau sejarah yang hidup. Mereka merupakan saksi perjalanan bangsa sekaligus sumber keteladanan mengenai keberanian, kedisiplinan, solidaritas, pengorbanan dan semangat pantang menyerah.

“Dari para veteran, kita belajar tentang keberanian, kedisiplinan, keikhlasan, solidaritas, semangat pantang menyerah dan kecintaan yang tulus kepada Tanah Air,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, generasi muda tidak cukup hanya mengenal sejarah perjuangan bangsa. Nilai kejuangan perlu diwujudkan melalui sikap, karya dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.

Jawa Timur memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya menjadi salah satu bukti keberanian rakyat Jawa Timur dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan.

“Semangat Arek-Arek Suroboyo dan para pejuang Jawa Timur telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Semangat itulah yang harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.

Karena itu, Khofifah menilai Hari Veteran Nasional tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa perjuangan terus berlanjut dengan bentuk yang mengikuti tantangan setiap zaman.

Ia mengajak pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas masyarakat dan seluruh elemen bangsa memperkuat pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, pengamalan Pancasila serta semangat bela negara.

“Kita ingin generasi muda Jawa Timur menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, sekaligus memiliki akar kebangsaan yang kuat dengan senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar LVRI yang terus berkontribusi menanamkan nilai kejuangan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Pemprov Jatim berkomitmen memperkuat sinergi dengan LVRI dan organisasi kepahlawanan untuk mewariskan nilai perjuangan serta memperkuat persatuan di Jawa Timur.

Peringatan Hari Veteran Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 turut dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan Pusat LVRI beserta jajaran, bupati dan wali kota se-Malang Raya, unsur TNI, Forkopimda se-Malang Raya, kepala OPD Provinsi Jatim, pengurus LVRI se-Jawa Timur serta anggota LVRI se-Malang Raya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru