JEMBER, RadarBangsa.co.id — Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait melakukan rotasi dan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember untuk menggenjot kinerja birokrasi dan mempercepat target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pelantikan berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (28/8/2026) malam.
Perombakan tersebut menyasar pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator hingga camat. Berdasarkan daftar yang disampaikan, sedikitnya 42 pejabat menempati posisi baru dalam struktur Pemkab Jember.
Gus Fawait menegaskan rotasi bukan sekadar pergantian posisi. Penataan dilakukan untuk menyempurnakan performa organisasi dan memastikan perangkat daerah mampu bergerak lebih cepat mengejar target pembangunan yang telah ditetapkan.
“Rotasi ini bagian dari strategi untuk memperkuat performa organisasi dan mengoptimalkan potensi setiap pejabat sesuai kebutuhan pemerintahan,” kata Gus Fawait.
Ia mengibaratkan penataan birokrasi tersebut seperti strategi dalam olahraga. Ada pemain yang perlu diistirahatkan untuk mengatur tempo, kemudian ditempatkan kembali pada posisi yang dinilai mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi tim.
Pendekatan itu diarahkan untuk mengejar penyelesaian target RPJMD tanpa harus menunggu seluruh periode lima tahun berakhir. Pemerintah Kabupaten Jember ingin sejumlah program prioritas dapat terealisasi lebih cepat melalui organisasi perangkat daerah yang dinilai lebih efektif.
“Kalau target bisa diselesaikan lebih cepat, tentu kita tidak perlu menunggu sampai batas akhir waktu yang tersedia,” ujar Gus Fawait.
Dalam rotasi tersebut, Bambang Rudianto, S.Sos. dipercaya sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Drh. Sugiarto, S.KH., M.Si. menempati posisi Staf Ahli Bidang Pembangunan, Perekonomian, dan Keuangan, sedangkan Boby Arisandi, S.STP., M.Si. menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Pada jajaran kepala badan dan satuan, Adi Wijaya, S.STP., M.Si. ditunjuk sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja. Aris Cahyono, S.E. menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah.
Drs. Hadi Mulyono, M.Si. dipercaya sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM. Indra Tri Purnomo, S.STP., M.Si. menempati jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Sejumlah posisi kepala dinas juga bergeser. Lingga Diputra, S.Sos. menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ir. Rahman Anda, S.T., M.T., M.Si. sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Muhammad Zamroni, S.H., M.Si. sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja.
Sutiyoso, S.H., M.M. dipercaya memimpin Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan. Supriyono, S.T., M.Si. menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan, sedangkan Drs. Muhammad Jamil, M.Si. menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Regar Jeane Dealen Nangka, S.STP., M.Si. ditempatkan sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata. Ahmad Helmi Luqman, S.Sos. dipercaya sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
Perubahan juga terjadi pada sejumlah posisi sekretaris badan dan dinas, Inspektorat serta bagian di lingkungan Setda. Donny Nurcahyono, S.H., M.Si. menjadi Sekretaris Inspektorat, Purwahyudi, S.E., M.M. sebagai Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja, dan Siswanto, S.Si.T., M.T. sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Subagio, S.P., M.M. ditunjuk sebagai Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si. menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan, sementara Rifendi Wahyu Bhakti, S.I.P. dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Posisi sekretaris dinas lainnya ditempati Muhammad Qosim, S.TP., M.M.; Dendi Radian, S.STP.; Ni Ketut Ardani, S.Psi., M.Kes.; Rahminda Iskandaryan, S.E.; serta Diah Kusuwarini Indiaswati, S.K.M., M.Si. Ada pula Nino Eka Putra Wahyu Ramadoni, S.STP., M.Si. pada Bagian Umum Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda serta Hisyam Wahyu Aditya, S.H., M.A. sebagai Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat.
Rotasi camat juga dilakukan di 15 wilayah. Andri Purnomo, S.T., M.Si. menjadi Camat Ajung, Fahrul Asrori, S.H. sebagai Camat Ambulu, R.B. Abdul Kadir, S.I.P. sebagai Camat Arjasa, dan Beni Armindo Ginting, S.STP. sebagai Camat Bangsalsari.
Ajib, S.I.P. ditunjuk menjadi Camat Jelbuk, Roni Herman Baza, A.P. sebagai Camat Ledokombo, Muhammad Najmul Huda, S.STP., M.Si. sebagai Camat Mayang, serta Waadatul Mugfiroh, S.P. sebagai Camat Mumbulsari.
Asra Joyo Widono, S.Kep., S.H., M.Si. dipercaya sebagai Camat Puger.Musyafak, S.H I, M.M. menjadi Camat Patrang, Muhammad Sifak Beni Kurniawan, S.STP., M.M. sebagai Camat Pakusari, dan Prima Kusuma Dewi, S.E. sebagai Camat Rambipuji.
Mahmud Rizal, S.E., M.Si. menjadi Camat Sukorambi, Umar Faroq, S.P. sebagai Camat Sumberjambe, sedangkan Adhi Kusnandar Zulkifli Ahmad Hussen, S.H., M.M. dipercaya sebagai Camat Tempurejo.
Penataan birokrasi itu berlangsung ketika sejumlah indikator pembangunan Jember disebut menunjukkan tren positif. Layanan kesehatan gratis telah diperluas hingga mencakup home care, sementara program beasiswa telah mencapai lebih dari 50 persen dari target 20.000 penerima.
Pada sektor konektivitas, penerbangan di bandara lokal juga disebut telah kembali beroperasi aktif. Capaian tersebut menjadi bagian dari pijakan Pemkab Jember dalam mempercepat agenda pembangunan daerah.
Pemerintah daerah membagi fokus pembangunan dalam beberapa tahap. Periode 2025–2026 diarahkan pada pembenahan dan pemantapan pelayanan dasar serta pelayanan publik, sedangkan 2027 diproyeksikan menjadi fase akselerasi perbaikan dan pembangunan infrastruktur daerah.
Target lain yang dijaga adalah kesinambungan penurunan angka kemiskinan. Pemerintah Kabupaten Jember menempatkan capaian tersebut sebagai prioritas berkelanjutan dalam agenda pembangunan daerah.
Gus Fawait juga menyoroti pentingnya hubungan kerja yang harmonis antara eksekutif dan DPRD Jember. Menurut dia, perbedaan pandangan dalam pemerintahan tidak semestinya dipandang sebagai hambatan selama tetap berjalan dalam koridor regulasi.
“Dinamika politik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi yang sehat, selama semuanya tetap berlandaskan regulasi dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Gus Fawait.
Dengan rotasi tersebut, Pemkab Jember kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa perubahan struktur benar-benar menghasilkan percepatan kinerja. Bagi pemerintahan Gus Fawait, ukuran akhirnya bukan sekadar jabatan baru, melainkan seberapa cepat target RPJMD dan pelayanan publik dapat diwujudkan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar