Gus Fawait Tancap Gas, Sinkronisasi Perlindungan PMI Jember ke Pusat

Kamis, 30 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait saat audiensi dengan Kementerian PPMI di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait saat audiensi dengan Kementerian PPMI di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat penguatan perlindungan bagi pekerja migran asal daerah dengan menjalin sinkronisasi program bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan keamanan, kepastian hukum, dan kualitas tenaga kerja sebelum berangkat ke luar negeri.

Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan komitmen tersebut saat bertemu langsung dengan Sekjen kementerian, Dwiyono, di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Fokus utama pertemuan adalah menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah agar perlindungan PMI berjalan efektif dan terintegrasi.

“Kami hadir untuk memastikan warga Jember yang bekerja di luar negeri mendapat perlindungan maksimal, dari sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air,” ujar Gus Fawait.

Saat ini, layanan administrasi PMI telah terintegrasi melalui Mal Pelayanan Publik Jember. Kebijakan ini mempermudah akses dokumen dan mengurangi potensi praktik ilegal yang kerap merugikan calon pekerja migran.

Tak berhenti di situ, Pemkab Jember juga mendorong pembentukan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI). Kehadiran pos ini diharapkan menjadi pusat layanan terpadu yang mampu mempercepat penanganan aduan dan pengawasan PMI secara langsung.

Dari sisi peningkatan kualitas SDM, pemerintah daerah menyiapkan program pelatihan untuk 1.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Program ini digarap bersama pemerintah pusat dan akan diselaraskan dengan program magang nasional.

Langkah tersebut dinilai berdampak besar bagi masyarakat, terutama dalam menekan angka pengangguran dan mencegah kemiskinan ekstrem. Dengan bekal keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar global, risiko kecelakaan kerja dan eksploitasi dapat diminimalkan.

“Dengan kompetensi yang kuat, kami ingin pekerja migran Jember tidak hanya aman, tapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegasnya.

Upaya ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang Pemkab Jember dalam menjadikan sektor pekerja migran sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Berita Terbaru