JEMBER, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat kapasitas penanganan kebakaran dan penindakan peredaran rokok ilegal dengan menambah dua unit armada operasional untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Armada tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Jember di Alun-Alun Jember, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kepala Satpol PP Kabupaten Jember Bambang Rudianto mengatakan, dua kendaraan itu memiliki fungsi berbeda. Satu unit merupakan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) spesifikasi premium yang pengadaannya bersumber dari APBD, sedangkan satu unit mobil operasional double cabin merek Chevrolet didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Langkah ini menjadi bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan respon cepat bagi masyarakat,” tutur Bambang Rudianto.
Penambahan armada Damkar menjadi kebutuhan penting karena selama ini lima unit kendaraan pemadam melayani 31 kecamatan di Jember. Mayoritas kendaraan merupakan pengadaan tahun 1980 dan 1990, sementara unit termuda merupakan kendaraan rakitan tahun 2012.
Dengan armada baru tersebut, Satpol PP Jember menargetkan waktu tanggap atau response time penanganan kebakaran dapat ditekan hingga di bawah 15 menit. Armada tambahan juga diproyeksikan mendukung pembukaan posko pemadam baru di wilayah barat, yakni Tanggul/Kencong, serta wilayah timur di Mayang.
Saat ini terdapat empat posko utama, yaitu Mako Danau Toba, Kalisat, Ambulu, dan Rambipuji. Layanan darurat tersebut didukung 81 personel pemadam yang bekerja melalui sistem piket selama 24 jam.
Armada double cabin diarahkan untuk memperkuat operasi “Gempur Rokok Ilegal”. Kendaraan ini digunakan mendukung mobilitas tim lintas bidang, mulai dari Penegakan Perda (PPHD), Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tribum), Linmas hingga regu siaga dalam pelaksanaan razia di wilayah rawan.
Sinergi Satpol PP Jember dan Bea Cukai sebelumnya telah mengamankan lebih dari 300.000 batang rokok ilegal. Dengan tambahan sarana operasional tersebut, pengawasan diharapkan semakin kuat untuk menekan peredaran barang kena cukai ilegal di wilayah Jember.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar