Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Insinyur Perkuat Ketahanan Pangan

Senin, 27 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh insan keinsinyuran memperkuat kolaborasi, inovasi, dan profesionalisme untuk mempercepat pembangunan daerah sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PW PII) Jawa Timur masa bakti 2026–2029 yang dipimpin Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (25/7).

Menurut Khofifah, peran insinyur semakin strategis di tengah tantangan pembangunan yang terus berkembang. Kompetensi, integritas, serta kemampuan menghadirkan solusi berbasis teknologi menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

“Sejalan dengan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, pembangunan daerah diarahkan untuk memperkuat konektivitas, mempercepat hilirisasi industri, mendorong transformasi ekonomi, serta memperkuat inovasi di berbagai sektor,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, seluruh agenda pembangunan tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul, termasuk para insinyur yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan melalui pendekatan ilmiah dan rekayasa teknologi.

“Seluruh agenda tersebut memerlukan dukungan sumber daya manusia yang unggul, termasuk para insinyur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan,” katanya.

Khofifah menilai posisi Jawa Timur sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional harus terus diperkuat melalui pembangunan yang berbasis inovasi. Selain menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Indonesia, provinsi ini juga mempertahankan perannya sebagai lumbung pangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Khofifah secara khusus menyoroti sektor ketahanan pangan yang dinilai membutuhkan kontribusi besar para insinyur. Berbagai tantangan di sektor pertanian, menurutnya, memerlukan solusi berbasis teknologi agar produktivitas pangan tetap meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan nasional.

“Saya ingin menggarisbawahi bidang ketahanan pangan. Kekuatan Jawa Timur sesungguhnya luar biasa. Selama tujuh tahun berturut-turut sejak kami mendapat mandat memimpin Pemerintah Provinsi Jawa Timur, produksi padi Jawa Timur selalu menjadi yang tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan hingga Semester I tahun ini, produksi padi Jawa Timur kembali menjadi yang tertinggi dengan kenaikan sekitar 5,49 persen,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat tantangan yang harus segera diatasi, terutama terkait optimalisasi jaringan irigasi tersier. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian ketika memasuki musim kemarau.

“Persoalan yang masih kita hadapi adalah bagaimana memaksimalkan irigasi tersier. Di sinilah peran para insinyur sangat dibutuhkan untuk menghadirkan solusi sehingga pada musim kemarau pasokan air tetap dapat terpenuhi. Ini menurut saya menjadi pekerjaan penting yang harus kita kerjakan bersama,” tegasnya.

Khofifah juga mendorong agar PW PII Jawa Timur menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu fokus utama organisasi. Menurutnya, potensi besar Jawa Timur pada sektor pangan membutuhkan dukungan teknologi dan inovasi agar mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi ketahanan pangan nasional.

Ia menyebut produksi jagung Jawa Timur masih menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kontribusi sekitar 28,39 persen terhadap produksi nasional. Begitu pula produksi susu yang terus menunjukkan peran penting dalam mendukung kebutuhan pangan nasional.

“Saya juga sudah menyampaikan kepada Ketua PII Jawa Timur agar bidang ketahanan pangan menjadi salah satu penguatan program organisasi. Jawa Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk memperkuat sektor pangan. Produksi padi kita tertinggi, jagung juga menjadi yang tertinggi dengan kontribusi sekitar 28,39 persen terhadap produksi nasional, begitu pula produksi susu,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, berbagai keberhasilan pembangunan yang dirasakan masyarakat hingga saat ini tidak dapat dipisahkan dari kontribusi profesi insinyur. Mulai dari pembangunan jalan dan jembatan, bendungan, kawasan industri, hingga pengembangan teknologi digital merupakan hasil rekayasa dan inovasi para insan keinsinyuran.

“Karena itu, profesi insinyur bukan sekadar menghasilkan karya rekayasa. Lebih dari itu, insinyur adalah agen transformasi yang menghadirkan solusi, memperkuat daya saing, dan mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin maju, mandiri, serta sejahtera,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Transformasi digital, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), transisi energi, hilirisasi industri, ketahanan pangan, ketahanan air, hingga pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif dan inovatif.

Karena itu, penguatan kapasitas insan keinsinyuran harus dibarengi peningkatan budaya riset, penguasaan teknologi, dan kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi profesi. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga daya saing Jawa Timur di tingkat nasional maupun global.

Khofifah juga mengapresiasi komitmen Persatuan Insinyur Indonesia dalam meningkatkan kualitas profesi melalui Program Profesi Insinyur (PPI), Sertifikasi Insinyur Profesional (SIP), hingga sertifikasi ASEAN Engineer. Langkah tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak insinyur yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Ia menyambut baik tema pelantikan “Kolaborasi PII untuk Indonesia Maju 2045” yang dinilai selaras dengan arah pembangunan nasional. Menurutnya, target Indonesia Emas hanya dapat dicapai melalui sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Khofifah mencontohkan semangat kolaborasi tersebut telah diterapkan di Jawa Timur melalui Forum Jasa Konstruksi yang mempertemukan berbagai unsur untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan jasa konstruksi, memperkuat budaya keselamatan kerja, sekaligus mempercepat pemanfaatan teknologi dalam pembangunan.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas kolaborasi, inovasi, dan integritas seluruh elemen bangsa,” tegasnya.

Pada akhir sambutannya, Khofifah berharap kepengurusan baru PW PII Jawa Timur mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan berbagai solusi atas persoalan pembangunan, memperluas riset terapan, serta melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya mengajak seluruh insan keinsinyuran untuk terus berkarya dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian. Jadikan setiap inovasi dan karya rekayasa sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing bangsa, mempercepat transformasi ekonomi, serta mengantarkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru