SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Kerusakan Jalan Citarum yang menjadi jalur vital menuju pusat kota dan kawasan perdagangan di Kota Semarang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan langkah penanganan cepat sekaligus solusi permanen guna menjaga kelancaran aktivitas warga.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga akan dilanjutkan dengan proyek betonisasi pada 2026.
Berdasarkan evaluasi teknis, kerusakan jalan dipicu oleh elevasi yang rendah sehingga memicu genangan saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut diperparah oleh lalu lintas kendaraan berat dengan muatan berlebih atau ODOL yang mempercepat kerusakan di sejumlah titik.
Meski proyek besar belum dimulai, Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tetap melakukan perbaikan rutin. Tambal sulam dan perbaikan paving terus dilakukan agar fungsi jalan tetap berjalan normal dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Rencana perbaikan permanen telah disiapkan melalui proyek betonisasi sepanjang 510 meter dengan lebar 14 meter. Proyek ini mencakup ruas dari simpang Jalan Dr. Cipto hingga simpang Jalan Indragiri Utara dan dijadwalkan mulai tahap lelang pada Mei 2026.
“Perbaikan tidak menunggu lelang. Kami tetap lakukan pemeliharaan rutin agar aktivitas warga tidak terganggu,” ujar Agustina, Minggu (15/3).
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan kendaraan ODOL akan diperketat melalui koordinasi lintas sektor. “Kami akan pasang rambu batas beban dan berkoordinasi dengan Satlantas agar penindakan berjalan optimal,” tegasnya.
Kerusakan Jalan Citarum berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi barang di kawasan perdagangan. Jika tidak ditangani serius, kondisi ini berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain betonisasi, Pemkot juga akan memperbaiki sistem drainase dengan pembersihan sedimen secara berkala. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi genangan yang mempercepat kerusakan jalan.
Agustina mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas selama proses perbaikan berlangsung. “Kami berkomitmen mengawal perbaikan ini agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan kembali optimal,” pungkasnya.
Penulis : Oki/Wely
Editor : Zainul Arifin


















Komentar