SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para santri meneladani semangat Resolusi Jihad untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan dzikir, doa, dan tabligh akbar Jatim Berselawat bersama Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam serta Syekh Afeefuddin Al-Jailani di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai ungkapan syukur atas Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus memperingati Hari Santri 2026. Berdasarkan bahan penyelenggara, acara itu diikuti sekitar 20.000 jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan pembacaan selawat yang diiringi Hadrah Sabilu Taubah, tausiyah, serta doa bersama. Acara juga diisi lantunan ayat suci Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 122 dan Al-Mujadilah ayat 11 yang dibacakan Roy Mahendra, qari remaja terbaik pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Jawa Timur 2025.
Dalam sambutannya, Khofifah berbagi cerita mengenai proses penetapan Hari Santri. Ia menuturkan bahwa tiga hari sebelum pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI, dirinya dihubungi langsung untuk membahas bentuk kebijakan yang menjadi dasar penetapan Hari Santri.
Khofifah kemudian mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri berkaitan dengan sejarah Resolusi Jihad yang diserukan Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Resolusi tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Apa yang saya ingin sampaikan kepada panjenengan semua, Hari Santri itu sebetulnya memperingati Hari Resolusi Jihad. Hadratussyekh Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari menyampaikan bahwa para santri Jawa dan Madura, masyarakat di Jawa dan Madura, fardhu ain—fardhu ain membela negara, mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Khofifah.
Ia mengajak para santri meneruskan semangat perjuangan tersebut melalui komitmen menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
“Maka para santri harus siap menjadi pagar betis, garis terdepan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Siap? Mudah-mudahan Allah jaga Indonesia aman damai. Mudah-mudahan Allah anugerahkan Indonesia menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur. Amin. Terima kasih semuanya,” tuturnya.
Khofifah juga mengajak seluruh jemaah mendoakan agar Indonesia senantiasa diberi keselamatan, kedamaian, dan keberkahan.
Sementara itu, Gus Iqdam mengatakan Jatim Berselawat menjadi momentum untuk mensyukuri Hari Santri dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, berbagai pencapaian yang diraih Jawa Timur perlu disyukuri dengan tetap menyadari bahwa segala nikmat dan keberhasilan merupakan anugerah Allah SWT, selain adanya ikhtiar yang dilakukan masyarakat dan pemerintah.
“Walaupun di balik semua itu ada upaya-upaya kita atau ada ikhtiar-ikhtiar kita, tapi penentunya, pemberinya adalah Allah SWT. Dan Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, kita mensyukuri nikmat untuk hal yang positif, mensyukuri Jawa Timur, 81 tahun keberhasilan Jawa Timur. Kesuksesan Jawa Timur ini digunakan untuk berkumpul ulama seperti Syekh Afeefuddin Al-Jailani yang kemudian digunakan untuk dzikir bersama,” kata Gus Iqdam.
Ia menilai kegiatan keagamaan seperti Jatim Berselawat menjadi salah satu sarana untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pembangunan Jawa Timur.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Syekh Afeefuddin Al-Jailani, yang dalam keterangan penyelenggara disebut sebagai pemegang utama mutawalli Masjid dan Maqam Sultanul Awlia Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Baghdad, Irak.
Cucu Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tersebut hadir untuk menyampaikan tausiyah sekaligus memimpin doa bersama.
Syekh Afeefuddin mengaku bahagia dapat menjadi bagian dari kegiatan Jatim Berselawat. Ia mengapresiasi kecintaan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, kepada Nabi Muhammad SAW.
Ia juga mengutip hadis tentang kesempurnaan iman yang berkaitan dengan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih Bukhari nomor 15 dan Sahih Muslim nomor 44.
“Saya selalu bahagia untuk berkunjung dan berkunjung lagi ke negara ini. Negara yang penuh dengan cinta, negara yang selalu dijaga dengan kecintaannya kepada Rasulullah SAW. Terutama untuk Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, saya ucapkan terima kasih. Semoga Allah memberikan balasan yang sangat tinggi atas acara yang penuh makna ini,” ujarnya.
Syekh Afeefuddin kemudian memanjatkan doa agar cinta, keamanan, dan keberkahan senantiasa menyertai Indonesia, terutama Jawa Timur.
“Saya memohon kepada Allah untuk menembarkan rasa cinta. Semoga rasa cinta dan rasa aman itu ada, utamanya untuk negara ini, dan terutama lagi untuk Jawa Timur. Semoga Jawa Timur selalu diberikan keberkahan, termasuk kepada Ibu Gubernur,” pungkasnya.
Melalui Jatim Berselawat, peringatan Hari Santri dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar