Rantang Kasih Banyuwangi Tetap Berjalan, 839 Lansia Terima Makanan Gratis

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi lansia penerima manfaat program Rantang Kasih. (Dok. Ho/Pemkab Banyuwangi/RadarBangsa.co.id).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi lansia penerima manfaat program Rantang Kasih. (Dok. Ho/Pemkab Banyuwangi/RadarBangsa.co.id).

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus melanjutkan program Rantang Kasih untuk memenuhi kebutuhan pangan lansia dhuafa yang hidup sebatang kara. Pada 2026, program pemberian makanan gratis ini mendapat alokasi anggaran sekitar Rp6,1 miliar dengan sasaran 839 lansia.

Program yang telah berjalan sejak 2017 tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, tetapi juga memastikan para lansia yang hidup sendiri tetap mendapatkan perhatian.
Manfaat program itu dirasakan Sahani (67), seorang lansia yang telah lama ditinggal suaminya dan tidak memiliki anak. Setiap pagi sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang ke rumahnya untuk mengantarkan makanan.
Bagi Sahani, kedatangan Elok bukan sekadar rutinitas mengantar makanan, melainkan juga bentuk kepedulian yang membuatnya merasa diperhatikan.
Rasa syukur serupa disampaikan Samsiyah (69), warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, yang juga menerima manfaat Rantang Kasih. Dengan adanya bantuan makanan setiap hari, ia tidak lagi harus terlalu khawatir memikirkan kebutuhan pangan sehari-hari.
“Alhamdulillah, saya setiap hari diantar makanan. Semoga Ibu Bupati selalu sehat, yang memasak dan mengantar makanan saya setiap hari juga saya doakan sehat dan banyak rezekinya,” ujar Sahani saat dikunjungi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (20/10/2026).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Rantang Kasih menjadi salah satu program yang terus dipertahankan karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok lansia yang hidup dalam keterbatasan.

Menurutnya, keberlanjutan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan warga lanjut usia yang hidup sendiri tetap memperoleh bantuan dan perhatian.

“Di tengah efisiensi, kami terus melanjutkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya Rantang Kasih ini, yang memang sangat dibutuhkan oleh warga lansia kami,” kata Ipuk.

Sejak digulirkan pada 2017, Rantang Kasih disebut telah menjangkau lebih dari 8.000 lansia miskin di Banyuwangi. Pada 2026, program ini dialokasikan anggaran sekitar Rp6,1 miliar untuk menyasar sekitar 839 penerima manfaat.

Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari pemerintah desa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi, serta sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Ipuk mengatakan, kolaborasi tersebut diperlukan agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Kami tidak sendiri. Pemerintah desa, Baznas, maupun sejumlah korporasi melalui CSR ikut mendukung program ini karena anggaran kami terbatas sementara masih ada lansia yang perlu dibantu. Harapannya, dengan bergandengan tangan manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan,” ujar Ipuk.

Keberlanjutan Rantang Kasih juga ditopang keterlibatan masyarakat di tingkat lingkungan. Elok Susanti, kader Dasawisma dan PKK, menjadi salah satu pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program tersebut.

Elok mengusulkan Sahani sebagai penerima manfaat dan setiap hari mengantarkan makanan kepada dua lansia yang menjadi tanggung jawabnya.

Menurut Elok, para penerima terkadang menyampaikan permintaan makanan tertentu. Baginya, kegiatan tersebut bukan semata-mata tugas rutin, melainkan kesempatan untuk membantu sesama.

“Setiap hari saya yang mengantar. Tak jarang mereka request makanan tertentu. Bagi saya ini adalah ladang amal,” kata Elok.

Perhatian Elok juga mencakup kondisi kesehatan para lansia. Ketika mendapati penerima manfaat sakit, ia melaporkannya kepada bidan posyandu agar dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan di rumah.

“Kalau sakit saya laporkan ke bidan posyandu untuk segera diperiksa ke rumah mereka,” ujarnya.

Keterlibatan kader masyarakat tersebut memperlihatkan bahwa pendampingan lansia dapat dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan warga di lingkungan sekitar.

Pemkab Banyuwangi berharap Rantang Kasih terus menjadi sarana pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap lansia yang hidup dalam keterbatasan.

“Lebih dari sekadar bantuan pangan, program ini menjadi ruang gotong royong yang mempertemukan pemerintah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, dan warga untuk merawat sesama,” kata Ipuk.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gandrung Sewu 2026 Usung Kembang Dermo, Pertama Kali Digelar Malam Hari
Disnaker Pasuruan Petakan Kebutuhan Pelatihan Industri, Libatkan 100 Perusahaan
Unair dan UiTM Malaysia Luncurkan Community Memory Hub di Lamongan
Sanggar Mbah Guru Lamongan Tembus Tiga Besar DPD RI Awards 2026
Karhutla Jawa Timur Capai 11.449 Hektare, Khofifah Perkuat Mitigasi
Dandim 0812 Lamongan Minta Maaf atas Kecelakaan yang Libatkan Anggotanya di Ngimbang
Kemnaker Bekali 68 Peserta Pelatihan Vokasi di Banyuwangi
Layani Wilayah Perkotaan, Puskesmas Kusuma Bangsa Hadir untuk Kurangi Antrean Pasien di Lamongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:36

Gandrung Sewu 2026 Usung Kembang Dermo, Pertama Kali Digelar Malam Hari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:26

Rantang Kasih Banyuwangi Tetap Berjalan, 839 Lansia Terima Makanan Gratis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:16

Disnaker Pasuruan Petakan Kebutuhan Pelatihan Industri, Libatkan 100 Perusahaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:38

Unair dan UiTM Malaysia Luncurkan Community Memory Hub di Lamongan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:28

Sanggar Mbah Guru Lamongan Tembus Tiga Besar DPD RI Awards 2026

Berita Terbaru