Jatim Dominasi Transaksi Koperasi Nasional, Khofifah: Ekonomi Desa Bergerak Nyata

Jumat, 17 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan capaian transaksi Koperasi Desa Merah Putih di Jatim hingga 7 Juli 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan capaian transaksi Koperasi Desa Merah Putih di Jatim hingga 7 Juli 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur mencatatkan nilai transaksi tertinggi secara nasional dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga 7 Juli 2026, total transaksi koperasi di provinsi tersebut mencapai Rp17,45 miliar atau lebih dari separuh total transaksi nasional yang tercatat sebesar Rp30,06 miliar.

Capaian itu disampaikan berdasarkan data pada dashboard Simkopdes dan mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, tingginya nilai transaksi menunjukkan koperasi desa tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi mulai menjalankan fungsi ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, Jawa Timur kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan dapat diwujudkan melalui koperasi. Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Khofifah.

Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pengurus koperasi hingga masyarakat yang terlibat dalam pengembangan ekosistem ekonomi desa.

Sebelumnya, Jawa Timur juga menjadi provinsi pertama yang menuntaskan pembentukan badan hukum bagi 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Keberadaan badan hukum tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mempercepat operasional koperasi di seluruh wilayah.

Khofifah menegaskan tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi dapat berkembang secara profesional dan berkelanjutan. Fokus utama tidak lagi sebatas pembentukan lembaga, melainkan meningkatkan produktivitas dan peran koperasi sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat desa.

“Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujarnya.

Menurut Khofifah, penguatan koperasi juga perlu dilakukan melalui kemitraan dengan berbagai pelaku usaha lokal. Kolaborasi bersama UMKM, BUMDes, kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif dinilai penting untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang saling mendukung.

Dengan operasional koperasi yang semakin optimal, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis nilai transaksi akan terus meningkat. Peningkatan tersebut diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

“Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh koperasi di Jawa Timur untuk terus meningkatkan pelayanan, memperluas usaha, dan menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi penting menuju desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru