Jatim Kembali Terbanyak Lolos SNBP 2026, Gubernur Khofifah: Bukti Kualitas SDM Terus Meningkat

Rabu, 1 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai barometer pendidikan nasional. Berdasarkan hasil resmi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP 2026), sebanyak 29.406 siswa asal Jawa Timur dinyatakan lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), menjadikannya provinsi dengan jumlah penerimaan tertinggi secara nasional.

Capaian ini sekaligus memperpanjang rekor Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak lolos SNBP selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2026. Prestasi tersebut dinilai menjadi indikator kuat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah ini.

Berdasarkan data resmi yang diumumkan melalui laman SNPMB pada Selasa (31/3), jumlah pendaftar SNBP dari Jawa Timur mencapai 108.122 siswa, dengan tingkat penerimaan sebesar 27,20 persen. Angka tersebut masih menjadi yang tertinggi secara nasional dari sisi jumlah absolut.

Di bawah Jawa Timur, posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 18.365 siswa diterima dari 130.373 pendaftar, disusul Jawa Tengah sebanyak 16.326 siswa dari 99.825 pendaftar. Sementara Sumatera Utara dan Aceh masing-masing berada di posisi berikutnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian ini sebagai bukti nyata bahwa berbagai program peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur berjalan pada jalur yang tepat.

“Alhamdulillah, Jawa Timur kembali menjadi provinsi terbanyak yang meloloskan siswa melalui SNBP selama tujuh tahun berturut-turut. Ini adalah kabar yang sangat membanggakan dan patut kita syukuri,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak hanya mencerminkan prestasi siswa, tetapi juga menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

“Capaian ini tidak hanya mencerminkan prestasi siswa, tetapi juga menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan yang kita lakukan berjalan pada jalur yang tepat,” katanya.

Menurutnya, konsistensi ini menunjukkan daya saing pelajar Jawa Timur yang semakin kuat di tingkat nasional. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi pemetaan yang dilakukan sekolah dalam mendampingi siswa memilih program studi sesuai peluang dan kapasitas akademik.

Khofifah menjelaskan, pemetaan yang dilakukan sekolah mencakup analisis tingkat keketatan program studi, pemeringkatan siswa, hingga peluang diterima di kampus tujuan. Strategi ini dinilai efektif meningkatkan angka kelulusan dari tahun ke tahun.

“Pemetaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan gambaran peluang, tingkat keketatan program studi, hingga perangkingan siswa. Ini menjadi salah satu kunci peningkatan penerimaan setiap tahun,” jelasnya.

Selain unggul pada jalur SNBP, Jawa Timur juga mencatat prestasi signifikan dalam penerimaan mahasiswa melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Pada SNBP 2026, sebanyak 40.213 siswa pemegang KIP Kuliah dari Jawa Timur mendaftar, dan 8.915 siswa di antaranya dinyatakan diterima.

Jumlah tersebut kembali menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan penerimaan KIP Kuliah tertinggi di Indonesia. Di bawahnya terdapat Sumatera Utara dengan 6.275 siswa diterima, Jawa Barat 5.572 siswa, Aceh 5.139 siswa, dan Jawa Tengah 4.778 siswa.

Khofifah menegaskan, capaian ini memiliki makna penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

“Ini merupakan kabar baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program KIP Kuliah menjadi instrumen penting untuk mengecilkan kesenjangan akses pendidikan tinggi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh anak di Jawa Timur memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Melalui KIP Kuliah, siswa dapat melanjutkan pendidikan tinggi dengan lebih tenang,” imbuhnya.

Menurutnya, keberhasilan penerimaan melalui jalur KIP Kuliah menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi siswa berprestasi dari daerah pelosok, pesisir, maupun keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pemerataan akses pendidikan tinggi tersebut dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM serta pembangunan daerah dalam jangka panjang.

“Dengan keterbatasan yang ada, mereka tetap memiliki harapan besar untuk melanjutkan pendidikan demi meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya. Ini adalah investasi penting bagi masa depan Jawa Timur,” ujarnya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, dan orang tua yang telah berperan dalam mempertahankan capaian prestasi tersebut selama tujuh tahun berturut-turut.

Ia berharap para siswa yang telah diterima di perguruan tinggi negeri mampu menjaga prestasi, membangun karakter, serta kembali memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

“Jadilah generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Raih cita-cita kalian dan berikan kontribusi nyata bagi masyarakat,”harapanya.

Sementara bagi siswa yang belum berhasil melalui jalur SNBP, Khofifah meminta agar tidak berkecil hati karena masih tersedia jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan seleksi mandiri.

“Teruslah berjuang. Masih ada kesempatan melalui jalur berikutnya, dan pemerintah akan terus mendampingi putra-putri terbaik Jawa Timur,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46

Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya

Berita Terbaru