JEMBER, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Jember menuntaskan persiapan akhir pengoperasian Jember Creative Center (JCC) yang berlokasi di Gedung Nusantara. Pusat kreativitas baru tersebut dijadwalkan menjalani soft launching oleh Bupati Jember pada Minggu (26/7/2026).
JCC diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif dan pegiat seni di Kabupaten Jember. Pengelolaannya mengadopsi konsep serupa Malang Creative Center (MCC) dengan pemanfaatan lima lantai gedung yang dilakukan secara bertahap. Adapun lantai 4 telah terintegrasi sebagai Command Center.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporabudpar Jember, Febi Ginting, mengatakan soft launching menjadi momentum untuk memperkenalkan fasilitas baru tersebut kepada masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya industri kreatif di daerah.
“Ekonomi kreatif sendiri menaungi 17 subsektor. Untuk mencapai tahap yang benar-benar sempurna tentu dilakukan bertahap. Namun, pasca soft launching ini, kami menargetkan subsektor yang aktif di Jember bisa langsung memanfaatkan fasilitas yang ada,” ujar Febi Ginting saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/7/2026).
Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan JCC sebagai rumah bersama bagi 17 subsektor ekonomi kreatif. Sub-sektor tersebut meliputi pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film, animasi, video, fotografi, Desain Komunikasi Visual (DKV), televisi, radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan, hingga aplikasi.
Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Jember, Agung Nugroho, menegaskan pihaknya siap merespons antusiasme para pegiat budaya dalam menghidupkan ruang-ruang yang tersedia di JCC.
“Kami ingin merespons para pegiat budaya agar mampu mengisi ruang di JCC dengan semangat dan ide-ide baru. Mulai dari pelukis hingga seniman pertunjukan, semuanya bisa memanfaatkannya. Bahkan, di lantai 3 rencananya akan kami siapkan sebagai galeri museum,” ungkapnya.
Direktur Pelaksana JCC, Deni Prasetyo, menambahkan koordinasi lintas dinas terus dilakukan guna mematangkan skema operasional dan kesiapan sarana prasarana pendukung. Langkah tersebut dilakukan agar pengelolaan JCC dapat berjalan optimal setelah resmi diperkenalkan kepada publik.
“Kami intens berkoordinasi mengenai teknis pelaksanaan, skema operasional, hingga kesiapan sarana dan prasarana penunjang ke depan agar pengelolaan gedung ini dapat berjalan secara optimal,” pungkas Deni.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar