Kades Turus Lantik Dua Perangkat Desa Baru

Kades Budi Santoso menyerahkan SK kepada perangkat desa baru

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Setelah melalui proses penjaringan dan ujian, dua putra terbaik Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Muh. Shobikhul Huda dan Ichsan Fachrudi Adichandra, akhirnya ditetapkan sebagai Kaur Umum dan Perencanaan, serta Sekretaris Desa oleh Panitia Pengisian Perangkat Desa setempat.

Keduanya kemudian diambil sumpah jabatan dan dilantik oleh Kepala Desa Turus, Budi Santoso, Rabu, 15 Desember 2021, di hadapan puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama, Lembaga Desa Turus, seperti BPD, LPMD, Ketua RT / RW, Karang Taruna, TP PKK dan lain sebagainya.

Bacaan Lainnya

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Camat Gurah, Drs. H. Kaleb Untung Satrio Witjaksono, MM, Kapolsek Gurah, Kapolsek Gurah, Iptu Roni Robi Harsono bersama Bhaminkamtibmas Turus, Bripka Dodot Setiawan, Plt. Danramil 0809/12 Kapten Arm Bangun  Budi Adi bersama Babinsa Turus, Ahmad Djailani, serta Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Kediri, Khusnul Arif, S.Sos.

Kepala Desa Turus, Budi Santoso mengambil sumpah janji dua perangkat desa baru

Dalam sambutannya, Kepala Desa Turus, Budi Santoso mengaku bersyukur karena berkat do’a restu dari masyarakat, sehingga tahapan mulai penjaringan, ujian hingga pelantikan perangkat desa ini bisa berjalan dengan lancar.

“Siapapun yang menjadi pemimpin, ini adalah wakil dari Panjenengan semuanya. Jadi ini bukan yang terbaik dari yang paling baik, karena pemimpin itu bukan hanya ketika menjadi perangkat atau kepala desa saja, tetapi semua warga Turus adalah pemimpin,” katanya.

Menurut Kades Budi, pemimpin itu harus membawa kemaslahatan untuk desanya, membawa kesejahteraan bagi warga desanya, yang secara ikhlas tanpa ada imbalan dengan apa yang dikerjakan, pasti akan dinilai dan dibalas oleh Allah SWT. Jadi sebagai kepala desa itu cuma sekedar wujud, dan sejatinya semua warga adalah pemimpin.

“Dengan lengkapnya perangkat desa Turus, saya harapkan dapat lebih menunjang kinerja pemerintahan, dan mempercepat pembangunan desa. Karena ibaratnya orang berjalan itu sudah tidak pincang lagi,” tutur Kades Budi Santoso.

Kades Budi Santoso bersama Perangkat Desa Turus

Beliau juga berpesan kepada kedua perangkat desa yang baru saja dilantik, bahwa disini harus benar-benar mengabdi, bukan untuk berhitung labia tau rugi. Sehingga kalau sudah niat untuk menjadi perangkat, tidak ada batasan kerja.

“Panjenengan sebagai pengabdi, bukan penjabat pegawai negeri. Jadi Sekretaris Desa dan Kaur Umum itu tidak bisa naik pangkat. Tidak bisa mencalonkan diri menjadi camat. Namun kalau ingin naik pangkat, ya harus mencalonkan menjadi kepala desa, bupati, atau DPRD seperti Abah Pipin ini,” ujarnya sambil menunjuk Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Khusnul Arif, S.Sos.

Kades Budi juga menegaskan, karena sudah niat untuk menjadi perangkat, maka tempat pengabdiannya juga di desa setempat. “Mari kita jaga dan wujudkan Desa Turus lebih maju, lebih sejahtera dari sebelumnya. Tunjukkan dirimu untuk desamu, keluargamu, agamamu, negaramu, dan untuk semuanya,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Gurah, Drs. H. Kaleb Untung Satrio Witjaksono, MM dalam sambutannya mengatakan, kekosongan Perangkat Desa Turus sudah beberapa tahun terjadi, sehingga perlu segera dilakukan pengisian.

“Kepada kedua perangkat desa yang baru dilantik, saya ucapkan selamat bertugas, selamat mengabdi. Sebagaimana dikatakan Pak Kades, jadi perangkat desa itu adalah pilihan hidup dan tidak sama dengan ASN yang tugasnya dibatasi dengan waktu. Sedangkan perangkat desa itu jam kerjanya 24 jam harus siap melayani masyarakat,” jelasnya.

(dari kanan) Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Kediri, Khusnul Arif, S.Sos, Kades Budi Santoso, Camat Drs. H. Kaleb Untung Satrio Witjaksono, MM, Plt. Danramil 0809/12 Kapten Arm Bangun Budi Adi dan Kapolsek Gurah, Kapolsek Gurah, Iptu Roni Robi Harsono

Camat Kaleb juga mengungkapkan, masyarakat sudah menanti buah karya nyata. Jabatan perangkat desa tidak ada jenjang karier, tetapi menjabat mulai dilantik sampai batas usia 60 tahun. Kecuali sebelum waktu tersebut ada proses politik seperti mengikuti kontestasi pilkades, pemilihan kepala daerah, maupun legislatif.

“Oleh karena itu, kalian sudah mengambil sikap pilihan hidup menjadi perangkat, mulai hari ini Bismillah setelah dilantik nawaitu untuk beribadah mengabdi kepada masyarakat. Karena hari kalian sudah dilantik dan disumpah di bawah kitab suci, bukan hanya sekedar seremonial saja,” pesannya.

Sementara itu, Muh. Shobikhul Huda, seusai dilantik sebagai Kaur Umum dan Perencanaan Desa Turus dikonfirmasi mengatakan, dirinya berjanji akan mengabdikan sepenuh hati kepada desa tercintanya.

Ketua PSHT Ranting Kecamatan Gurah yang bersaing dengan istrinya dalam ujian perangkat desa ini juga mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, karena telah diberikan kesempatan untuk memegang amanah sebagai perangkat desa, sehingga bisa ikut mewujudkan kemajuan desa.

“Saya mohon bimbingan dan bantuan semua elemen masyarakat, termasuk teman-teman yang belum berhasil menjadi perangkat, dan khususnya istri yang kemarin menjadi pesaing tunggal saya, mari bersama-sama membangun desa tercinta ini supaya lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya,” ajaknya.

Kedua perangkat desa baru didampingi keluarganya

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Desa Turus baru, Ichsan Fachrudi Adichandra, yang rencananya akan melanjutkan program dari Sekdes lama, serta melakukan komunikasi dengan semua elemen masyarakat untuk membangun desa.

“Terima kasih atas amanah yang diberikan ini. Saya berjanji akan melaksanakan dengan baik sebagaimana sumpah dan janji pelantikan tadi. Mari bersama kita bangun desa tercinta ini. Karena dengan bersama-sama, pasti Turus Bisa,” ungkapnya. (CS/Fais)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *