Kampung Kerapu Lamongan Go Digital, Panen 1.836 Ton Siap Tembus Pasar Global

Rabu, 22 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau modernisasi budidaya perikanan berbasis IoT di Kampung Kerapu Brondong, Rabu (22/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau modernisasi budidaya perikanan berbasis IoT di Kampung Kerapu Brondong, Rabu (22/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat modernisasi sektor perikanan budidaya melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan aerator Venjet di Kampung Kerapu, Kecamatan Brondong. Teknologi yang mulai diterapkan sejak dua bulan terakhir ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tambak sekaligus kesejahteraan para pembudidaya ikan.

Penerapan teknologi tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berkolaborasi dengan PT Venambak Kail Dipantara dalam program digitalisasi dan modernisasi budidaya perikanan.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan modernisasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing sektor perikanan Lamongan di tingkat nasional maupun internasional. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu menghadirkan sistem budidaya yang lebih efisien dan berbasis data.

“Perikanan Lamongan harus terus berkembang melalui modernisasi. Pemanfaatan teknologi ini menjadi perhatian kami agar produktivitas meningkat, budidaya semakin efisien, dan kesejahteraan pembudidaya ikut terangkat,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes saat meninjau Kampung Kerapu Brondong, Rabu (22/7/2026).

Melalui teknologi IoT, petani tambak dapat memantau kondisi tambak secara real-time melalui aplikasi di telepon genggam. Sistem tersebut mampu merekam parameter kualitas air seperti tingkat keasaman (pH) dan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen), sehingga memudahkan pembudidaya mengambil langkah penanganan secara cepat dan tepat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan Yuli Wahyuono menjelaskan bantuan yang diberikan meliputi 150 unit Venjet lengkap dengan pelampung, box VE, modem internet, dan router. Teknologi tersebut berfungsi menyuplai oksigen secara merata hingga ke dasar tambak, menjaga saturasi oksigen, kualitas air, serta mendukung sanitasi tambak.

“Harapannya, pemanfaatan teknologi ini mampu meningkatkan luas produksi dan hasil budidaya. Bantuan yang diberikan sangat memberikan manfaat kepada seluruh petani tambak Kampung Kerapu. Di sini total ada 350 hektare yang dikelola enam kelompok pembudidaya,” jelas Yuli.

Manfaat teknologi tersebut juga dirasakan langsung oleh para pembudidaya. Salah seorang petani tambak Kampung Kerapu, Lasturi, mengaku alat tersebut membantu menjaga kualitas air sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi perubahan kondisi tambak.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Kampung Kerapu mencatat hasil panen sebesar 1.836 ton pada 2025. Produk budidaya dari kawasan tersebut juga telah menembus pasar ekspor melalui perusahaan mitra dengan harga jual berkisar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru