Kampung Kue Satru Rejoso Pasuruan Kebanjiran Pesanan Menjelang Lebaran

Jumat, 13 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas warga memproduksi kue satru di Dusun Kedung Bendo, Rejoso, Pasuruan menjelang Lebaran, Jumat (13/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Aktivitas warga memproduksi kue satru di Dusun Kedung Bendo, Rejoso, Pasuruan menjelang Lebaran, Jumat (13/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, warga Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan menikmati berkah ekonomi dari meningkatnya permintaan kue satru khas daerah tersebut. Pesanan kue tradisional itu terus mengalir sejak awal Ramadan hingga mendekati Lebaran.

Aktivitas produksi bahkan terlihat hampir di setiap rumah warga. Mulai dari proses mencetak, menjemur, mengoven hingga mengemas kue satru, dilakukan secara bergantian untuk memenuhi pesanan pelanggan dari berbagai daerah.

Dusun Kedung Bendo selama ini dikenal sebagai sentra produksi kue satru di Kecamatan Rejoso. Tak heran, kawasan tersebut kerap dijuluki “Kampung Kue Satru” karena sebagian besar warganya memproduksi kue tersebut saat Ramadan.

Salah satu pengrajin kue satru, Mamluatul Rohmah, mengaku telah menekuni usaha ini sekitar 10 tahun. Setiap bulan Ramadan, permintaan kue satru selalu meningkat tajam dibandingkan hari biasa.

Dalam satu bulan menjelang Lebaran, ia mampu memproduksi hingga 500 kilogram atau sekitar lima kuintal kue satru yang kemudian dikirim kepada pelanggan maupun dijual langsung kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, setiap Ramadan selalu ada pesanan kue satru yang cukup banyak,” kata Mamluatul Rohmah.

Ia menjelaskan, pembuatan kue satru membutuhkan proses yang cukup panjang. Mulai dari memilih kacang hijau kupas, menyangrai, mencuci hingga bersih, menggiling menjadi tepung, mencetak adonan, menjemur, memanggang di oven, hingga proses pengemasan.

Menurutnya, kue satru buatannya diminati karena memiliki rasa yang seimbang antara manis dan gurih. Bahkan, beberapa pelanggan memesan varian khusus.

“Ada juga yang minta tanpa gula atau menggunakan gula tropicana. Kami biasanya menyesuaikan dengan pesanan,” ujarnya.
Camat Rejoso, Arfian Fakhrudin, membenarkan bahwa lonjakan pesanan kue tradisional hampir terjadi di seluruh rumah produksi di wilayah tersebut menjelang Lebaran.

Selain satru, warga juga memproduksi berbagai kue khas lain seperti sagon, ting-ting kacang, ting-ting jahe hingga opak gambir yang menjadi hidangan favorit saat hari raya.

Arfian optimistis, potensi kuliner tradisional tersebut dapat berkembang menjadi oleh-oleh khas Kecamatan Rejoso yang dikenal luas oleh masyarakat luar daerah.

“Ke depan, satru dan kue khas lainnya bisa menjadi oleh-oleh khas Rejoso ketika ada tamu dari luar daerah yang datang,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru