Keluhan Seragam SMP Muncul, Disdikbud Sidoarjo Bantah Ada Paksaan

Selasa, 14 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, menegaskan pembelian seragam bagi siswa SMP Negeri tidak wajib dilakukan di sekolah, Senin (13/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, menegaskan pembelian seragam bagi siswa SMP Negeri tidak wajib dilakukan di sekolah, Senin (13/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo menegaskan pembelian kain seragam bagi siswa SMP Negeri tidak diwajibkan dilakukan di sekolah. Penegasan itu disampaikan menyusul munculnya keluhan sejumlah wali murid terkait dugaan kewajiban membeli seragam saat daftar ulang yang mencuat bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Sejumlah orang tua mengaku diarahkan membeli kain seragam melalui koperasi sekolah saat daftar ulang pada 6 Juli 2026. Mereka menilai harga yang ditawarkan cukup tinggi dan khawatir anak mendapat perlakuan berbeda apabila tidak membeli di sekolah.

Seorang wali murid SMP Negeri di Krian mengaku prihatin terhadap keluarga kurang mampu yang merasa terpaksa membeli seragam. Menurutnya, kekhawatiran muncul karena orang tua takut anaknya akan ditandai jika tidak mengikuti arahan tersebut.

Keluhan serupa disampaikan Bunga, wali murid jalur afirmasi. Ia mengaku harus mencari pinjaman untuk memenuhi kebutuhan seragam yang disebut mencapai lebih dari Rp2 juta. Dari jumlah tersebut, ia baru mampu membayar Rp542.000, belum termasuk biaya menjahit lima stel seragam sekitar Rp750.000.

Wali murid lainnya, NPA, juga mempertanyakan tidak adanya kwitansi pembayaran. Ia mengaku mendapat penjelasan dari petugas koperasi bahwa penjualan kain seragam merupakan “instruksi Disdikbud”.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, membantah adanya instruksi yang mewajibkan pembelian seragam di sekolah.

“Tidak ada instruksi wajib beli di sekolah. Sekolah hanya bantu sediakan lewat koperasi. Mau beli di luar silakan,” tegas Netti.

Ia meminta orang tua segera melapor apabila menemukan praktik pemaksaan pembelian seragam. Netti juga memastikan Disdikbud tidak mendistribusikan kain seragam maupun menerima setoran dari sekolah.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala SMPN 1 Gedangan, Dr. Aris Setiawan. Menurutnya, orang tua bebas membeli seragam di luar maupun melalui koperasi sekolah tanpa adanya kewajiban.

“Silakan beli di luar. Kalau mau di koperasi juga boleh. Tidak ada paksaan,” pungkasnya.

Penulis : Rino

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46

Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya

Berita Terbaru