Khofifah Gas Pol, Pelatihan Paralegal Muslimat NU Ukir Rekor MURI

- Redaksi

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama peserta usai menerima Piagam Rekor MURI pada Kick Off Pelatihan Paralegal Muslimat NU, Sabtu (14/6/2025). | Dok Foto Adpim Ho/RadarBangsa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama peserta usai menerima Piagam Rekor MURI pada Kick Off Pelatihan Paralegal Muslimat NU, Sabtu (14/6/2025). | Dok Foto Adpim Ho/RadarBangsa

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, langsung tancap gas usai menuntaskan rangkaian ibadah haji. Baru tiba di Tanah Air pada Jumat (13/6) malam, Khofifah sudah hadir di Kick Off Pelatihan Paralegal Muslimat NU yang digelar bersama Kementerian Hukum RI, Sabtu (14/6).

Kegiatan ini diikuti 2.500 peserta perempuan dari seluruh Indonesia dan sukses mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelatihan paralegal perempuan terbanyak yang pernah dilaksanakan di Tanah Air. Pelatihan ini juga menandai langkah besar Muslimat NU dalam sejarah pemberdayaan perempuan di bidang hukum dan perlindungan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Khofifah menerima langsung Piagam Penghargaan dan Sertifikat Rekor MURI. Ia menyebut pelatihan ini sebagai tindak lanjut arahan Ketua Umum PBNU pada Rakernas Muslimat NU di Kalimantan Timur, Mei 2025 lalu.

“Alhamdulillah kami tiba di Indonesia tadi malam. Pagi ini kami langsung hadir di kegiatan ini. Pelatihan ini mendukung pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) desa dan kelurahan sebagai akses keadilan bagi masyarakat,” ujar Khofifah.

Sebanyak 2.500 paralegal perempuan yang dilatih hari ini ditargetkan membentuk 1.794 Posbakum desa, yang menjadi bagian dari target nasional 7.000 Posbakum. Pelatihan ini dirancang untuk membekali kader Muslimat NU dengan pemahaman hukum dasar, pendampingan kasus, mediasi, dan advokasi sosial berbasis komunitas.

“Ini langkah konkret Muslimat NU untuk mendorong partisipasi dan pengabdian perempuan dalam sistem hukum, khususnya menyelesaikan persoalan sosial hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” tambah Khofifah.

Ia berharap masyarakat desa makin mudah mengakses layanan informasi, konsultasi, bantuan hukum, mediasi, dan advokasi, khususnya dalam kasus-kasus perempuan dan anak. “Kick off Paralegal ini menjawab kebutuhan masyarakat membantu mengatasi persoalan sosial di lini terbawah. Kami ingin menjadi bagian dalam penyelesaian masalah-masalah masyarakat, mulai persoalan warisan hingga kasus inses,” tegasnya.

Khofifah juga menyebut, peserta pelatihan akan menjalani pemagangan hingga akhirnya bisa mendapatkan sertifikasi paralegal pada September 2025.

Menteri PPPA RI yang juga Ketua PP Muslimat NU, Arifah Choiri Fauzi, menilai pelatihan ini sebagai langkah nyata memperkuat kapasitas perempuan Muslimat NU hingga akar rumput. “Ini menunjukkan komitmen Muslimat NU mencetak agen perubahan yang tangguh, sekaligus memperkuat sistem keadilan inklusif yang berpihak pada kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak,” ujarnya.

Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas mengapresiasi langkah Muslimat NU yang dinilainya telah mendukung tugas negara dalam edukasi hukum. Saat ini telah terbentuk 5.008 Posbakum, dengan target 7.000 Posbakum se-Indonesia. “Saya yakin kontribusi Muslimat NU melalui 1.794 Posbakum akan terwujud dan memberi dampak nyata,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, inses hingga persoalan wakaf tak cukup hanya dengan pendekatan formal hukum, tetapi harus dengan kearifan dan kebijaksanaan.

Ketua PBNU Prof. Rumadi Ahmad menyebut pelatihan ini sebagai wujud cita-cita NU dalam menghadirkan keadilan bagi masyarakat. “Ini upaya strategis yang bisa menjadi contoh bagi banom-banom NU lainnya,” tandasnya.

Acara ini turut dihadiri Wamendes RI Riza Patria, Menkumham RI Supratman Andi Agtas, Menteri PPPA RI Arifah Choiri Fauzi, dan Ketua PBNU Prof. Rumadi Ahmad.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Sidoarjo Genjot Senam Jantung Sehat, 140 Instruktur Disiapkan Tekan Risiko
Medsos Dibatasi Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak Digital
Gebrak Rutilahu Diluncurkan, Wali Kota Lubuk Linggau Kejar Perbaikan 255 Rumah
DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:18 WIB

Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:44 WIB

1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:37 WIB

Sidoarjo Genjot Senam Jantung Sehat, 140 Instruktur Disiapkan Tekan Risiko

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:11 WIB

Gebrak Rutilahu Diluncurkan, Wali Kota Lubuk Linggau Kejar Perbaikan 255 Rumah

Berita Terbaru

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana melepas jemaah haji di Sidoarjo, Selasa (5/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:44 WIB