Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu

Rabu, 6 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau hasil bedah rumah tenaga keamanan SMAN 2 Surabaya, Selasa (5/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau hasil bedah rumah tenaga keamanan SMAN 2 Surabaya, Selasa (5/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung hasil program bedah rumah milik tenaga keamanan SMAN 2 Surabaya, Selasa (5/5/2026). Kunjungan ini menegaskan fokus pemerintah pada kesejahteraan insan pendidikan, termasuk tenaga non-guru yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Rumah milik Wandori di Jalan Dinoyo Baru kini telah rampung direnovasi 100 persen. Sebelumnya, hunian tersebut tergolong tidak layak huni dengan kondisi atap bocor, plafon jebol, serta dinding retak dan lembap yang berisiko bagi kesehatan penghuninya.

Program ini menjadi bagian dari intervensi sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengatasi persoalan rumah tidak layak huni (rutilahu), sekaligus memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja sektor pendidikan. Momentum pelaksanaannya bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

“Insan pendidikan itu bukan hanya guru. Ada tenaga keamanan, kebersihan, dan lainnya yang ikut menopang proses belajar. Mereka juga harus mendapatkan perhatian, termasuk hunian yang layak,” tegas Khofifah di lokasi.

Secara keseluruhan, program bedah rumah ini telah menjangkau 135 insan pendidikan di Jawa Timur. Khusus tahun 2026, terdapat 38 unit rumah yang diperbaiki dan tersebar di 24 Cabang Dinas Pendidikan.

Kebijakan ini dinilai strategis karena menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat, yakni tempat tinggal layak. Selain meningkatkan kualitas hidup, perbaikan hunian juga berdampak pada kesehatan, keamanan, dan produktivitas penerima manfaat.

Khofifah menjelaskan, pendanaan program berasal dari zakat yang dihimpun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur, yang kemudian disalurkan melalui Baznas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Zakat yang dikumpulkan itu ditasyarufkan, salah satunya untuk pembangunan rumah layak huni. Setiap kabupaten ada titik intervensi pada semester pertama tahun ini,” ujarnya.

Tak hanya bedah rumah, dana zakat tersebut juga dialokasikan untuk program afirmasi pendidikan berupa bantuan beasiswa Rp1 juta bagi keluarga kurang mampu. Langkah ini memperkuat upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa program ini merupakan inisiatif langsung Gubernur sebagai bentuk kepedulian menyeluruh terhadap ekosistem pendidikan.

“Ini bukan hanya soal fisik bangunan, tapi juga soal keadilan sosial. Setelah kami lakukan survei, ada banyak tenaga pendidikan yang membutuhkan bantuan, termasuk Pak Wandori,” jelasnya.

Menurut Aries, program bedah rumah telah berjalan sejak tahun sebelumnya dengan nilai bantuan berkisar Rp20 juta hingga Rp25 juta per unit. Pelaksanaannya mengedepankan semangat gotong royong masyarakat setempat.

Dari sisi penerima manfaat, dampaknya terasa signifikan. Wandori mengaku kondisi rumahnya sebelum direnovasi sangat memprihatinkan dan membahayakan keluarga, terutama saat musim hujan.

“Atap sering bocor, lantai tergenang air, plafon sempat jebol. Kami sebenarnya ingin memperbaiki, tapi tidak ada biaya,” ungkapnya.

Kini, setelah renovasi selesai, ia merasakan perubahan besar dalam kualitas hidup keluarganya. Rumah yang sebelumnya tidak layak kini menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Ini kebahagiaan bagi keluarga kami. Terima kasih kepada Ibu Gubernur yang sudah peduli,” ucapnya.

Program ini memperlihatkan bahwa kebijakan berbasis kolaborasi antara pemerintah dan pengelolaan zakat—dapat menjadi solusi konkret bagi persoalan sosial mendasar. Ke depan, model intervensi seperti ini dinilai perlu diperluas agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru