LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Upaya menekan kasus perundungan di kalangan pelajar terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kepolisian, tenaga kesehatan, hingga tokoh keagamaan turun langsung memberikan edukasi kepada siswa SMP Islam Tikung, Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Selasa (5/5).
Program bertajuk inovasi “Asmara Centil” (Atasi Masalah Remaja Cegah Tindakan Bullying) ini menjadi langkah preventif untuk membangun kesadaran sejak dini. Kegiatan berlangsung di aula sekolah dengan melibatkan siswa, guru, serta perwakilan instansi terkait.
Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Wiodo melalui Kanit Binmas Aiptu M. Irawan menegaskan bahwa bullying bukan sekadar kenakalan remaja, tetapi dapat berujung pada persoalan hukum dan gangguan sosial.
“Bullying bisa berdampak panjang, baik secara psikologis maupun hukum. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari edukasi dan pengawasan bersama,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan, tim Puskesmas Tikung menyoroti dampak trauma yang kerap dialami korban perundungan. Gangguan mental seperti kecemasan hingga depresi menjadi ancaman nyata jika tidak ditangani sejak awal.
Sementara itu, unsur TNI melalui Babinsa menekankan pentingnya disiplin dan karakter kebangsaan sebagai benteng perilaku menyimpang. Pendekatan ini dinilai relevan untuk membentuk sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.
Materi juga diperkuat oleh KUA Tikung yang mengulas bullying dari perspektif keagamaan. Pendekatan ini diharapkan mampu menyentuh aspek moral siswa agar lebih sadar terhadap dampak perbuatannya.
Waka Kesiswaan SMP Islam Tikung menyebut kegiatan ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Sekolah, menurutnya, tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi dinamika perilaku remaja.
“Kami butuh sinergi semua pihak agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik,” ujarnya.
Kegiatan berjalan kondusif hingga selesai. Ke depan, program serupa diharapkan terus diperluas agar mampu menekan angka bullying serta meningkatkan kualitas kesehatan mental remaja di Lamongan.
Lainnya:
- PAUD Lentera Lamongan: Anak Dikenalkan Pemimpin dan Layanan Publik Sejak Dini
- Hardiknas 2026, Khofifah Gaspol Sekolah Berintegritas, Sapu Rekor MURI
- Hardiknas 2026: Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas, Ubah Cara Didik Siswa
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








