Khofifah : Generasi Qur’ani Berkarakter dan Melek Literasi Jadi Modal Utama Daya Saing Bangsa

Minggu, 14 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Gebyar Prestasi Al-Qur'an dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Khadijah Surabaya serta menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Gebyar Prestasi Al-Qur'an dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Khadijah Surabaya serta menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

SURABAYAm RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya membangun generasi Qur’ani yang memiliki karakter kuat, akhlak mulia, serta budaya literasi yang baik sebagai modal utama meningkatkan daya saing bangsa di tengah perubahan global yang berlangsung cepat.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Gebyar Prestasi Al-Qur’an dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah Surabaya di Gedung ICBC Surabaya, Minggu (14/6).

Menurut Khofifah, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan.

“Perubahan zaman bergerak begitu cepat dan menghadirkan berbagai tantangan baru. Dalam situasi seperti ini kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, dan fondasi moral yang kokoh. Karena itulah pendidikan Al-Qur’an menjadi sangat penting sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujar Khofifah.

Khofifah menjelaskan, pendidikan Al-Qur’an tidak sebatas membentuk kemampuan membaca dan menghafal, melainkan juga menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, integritas, serta semangat belajar sepanjang hayat.

Ia menekankan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan penguasaan ilmu pengetahuan.

“Karena daya saing tanpa karakter akan kehilangan arah, sedangkan kemajuan tanpa moralitas akan kehilangan makna,” tegasnya.

Semangat tersebut, lanjut Khofifah, tercermin melalui penyelenggaraan Gebyar Prestasi Al-Qur’an dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Khadijah Surabaya yang tahun ini diikuti 866 siswa dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, Pondok Pesantren Khadijah hingga Unit Sosial Khadijah.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Yayasan Khadijah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan akhlakul karimah serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyerahkan penghargaan beserta uang pembinaan kepada siswa berprestasi dalam berbagai kategori, mulai Tartil Al-Qur’an Terbaik, Tahfidz Al-Qur’an Terbaik, capaian hafalan 6 juz, 7 juz, 9 juz, 12 juz, 16 juz hingga 30 juz, Lulus Munaqasyah Standar Asatidz dan Sanad PIQ, sampai Tahfidz 30 Juz Al-Qur’an.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pengurus, ustadz, dan ustadzah Yayasan Khadijah yang selama ini konsisten membimbing peserta didik agar mencintai, memahami, menghafal, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Terima kasih kepada para pengurus, ustadz dan ustadzah Yayasan Khadijah yang telah membimbing anak-anak kita. Mudah-mudahan hatinya Al-Qur’an, pikirannya Al-Qur’an, dan gerakannya digerakkan oleh Al-Qur’an. Semoga seluruh ilmu yang diajarkan menjadi ilmu yang manfaat dan barokah,” kata Khofifah.

Secara khusus, Khofifah mengingatkan para wisudawan dan wisudawati agar tidak berhenti pada capaian menghafal Al-Qur’an semata.

“Pesan saya, tolong dijaga Al-Qur’annya. Menjaga hafalan tentu bukan hal yang sederhana. Oleh karena itu, kelompok para penghafal Al-Qur’an menjadi bagian penting agar hafalannya tetap terjaga. Baik yang hafal 6 juz, 7 juz, 9 juz, 12 juz, 16 juz maupun 30 juz, semuanya sama-sama perlu menjaga hafalannya,” tuturnya.

Selain menjaga hafalan Al-Qur’an, Khofifah mengajak generasi muda memperkuat budaya literasi sebagaimana diajarkan melalui wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Iqra’.

“Ayat pertama yang turun adalah Iqra’, yang mengintroduksi pentingnya literasi. Literasi itu tidak sekadar membaca, tetapi juga mencerdaskan dan melakukan pengayaan. Ini menjadi bagian penting untuk menerjemahkan lebih luas bagaimana ayat pertama yang turun, Iqra’, sesungguhnya mengajarkan pentingnya literasi,” katanya.

Ia menilai, generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki budaya literasi yang kuat akan lebih siap menghadapi perubahan zaman serta mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Khofifah menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan lulusan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, para wisudawan tartil tahfidz merupakan aset berharga bangsa yang kelak akan berkiprah sebagai pemimpin, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, ulama maupun tokoh masyarakat.

“Mereka adalah calon pemimpin masa depan, calon akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, ulama maupun tokoh masyarakat yang akan ikut menentukan arah perjalanan bangsa,” katanya.

Khofifah menegaskan bahwa penguatan karakter generasi muda membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai keluarga, sekolah, organisasi keagamaan, masyarakat hingga pemerintah.

Ia berharap kecintaan terhadap Al-Qur’an dan sinergi pendidikan karakter terus diperkuat sehingga lahir generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa.

“Semoga setiap ayat yang dibaca, setiap huruf yang dihafal, setiap ilmu yang diajarkan, dan setiap ikhtiar yang dilakukan hari ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru