Khofifah Sebut BEC Bukti Budaya Lokal Bisa Mendunia, Banyuwangi Kembali Bersinar

Minggu, 19 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus sarana promosi daerah ke tingkat internasional. Memasuki penyelenggaraan ke-14, ajang budaya tahunan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga memperlihatkan keterhubungan antara sejarah, kreativitas, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Gelaran yang berlangsung di Jalan Veteran, Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026) itu dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Indonesia Zita Anjani. Ribuan warga serta wisatawan domestik maupun mancanegara memadati area karnaval untuk menyaksikan parade budaya yang telah menjadi ikon Banyuwangi.

Khofifah menilai keberhasilan BEC terletak pada kemampuannya mengangkat kekayaan lokal menjadi tontonan yang dapat diterima masyarakat luas. Menurutnya, semangat *from local to global* tercermin dari perpaduan budaya, inovasi, dan kreativitas yang ditampilkan para peserta.

“Kita bisa melihat semangat from local to global begitu kental disajikan dalam kekuatan budaya, kekuatan inovasi dan kreativitas masyarakat Banyuwangi yang dikemas lewat Banyuwangi Ethno Carnival,” kata Khofifah.

Bagi Jawa Timur, BEC bukan sekadar agenda hiburan atau festival tahunan. Ajang tersebut menjadi contoh bagaimana kebudayaan dapat dikelola menjadi instrumen pembangunan daerah yang melibatkan banyak pihak dalam satu ekosistem.

Khofifah menyebut penyelenggaraan BEC melibatkan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, budayawan, seniman, hingga media. Keterlibatan berbagai pihak itu dinilai memperkuat kolaborasi pentahelix yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari penguat seluruh institusi pentahelix di Banyuwangi, pentahelix di Jawa Timur dan pentahelix di Indonesia,” ujarnya.

Tahun ini BEC mengangkat tema “Perang Bayu: The Great War of Blambangan”. Tema tersebut mengajak masyarakat mengenal kembali salah satu peristiwa penting dalam sejarah Blambangan yang sarat nilai keberanian, pengorbanan, keteguhan, dan perjuangan mempertahankan martabat.

Melalui parade kostum, koreografi, dan pertunjukan seni, kisah Perang Bayu diterjemahkan dalam bahasa kreatif yang lebih dekat dengan generasi masa kini. Pendekatan tersebut membuat sejarah tidak hanya tersimpan dalam catatan masa lalu, tetapi hadir sebagai bagian dari identitas budaya yang terus diwariskan.

“Sejarah bukan hanya kumpulan peristiwa masa lalu. Sejarah merupakan sumber nilai yang membantu untuk memahami siapa diri kita, dari mana kita berasal, dan ke arah mana kita akan melangkah,” terang Khofifah.

Menurutnya, kekuatan utama BEC terletak pada kemampuan para seniman dan pelaku industri kreatif mengolah nilai budaya menjadi karya yang memiliki nilai edukasi, estetika, sosial, sekaligus ekonomi. Setiap kostum yang ditampilkan lahir melalui proses riset, gagasan, keterampilan, dan kerja kreatif yang panjang.

Khofifah menegaskan bahwa warisan budaya dapat terus hidup ketika diberi ruang untuk berkembang melalui inovasi. Karena itu, karya-karya yang lahir dari tradisi perlu tetap berakar pada sejarah sambil membuka peluang eksplorasi kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Inilah kekuatan ekonomi kreatif. Warisan sejarah dan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diolah menjadi karya yang bernilai edukasi, estetika, sosial, dan ekonomi,” tegasnya.

Dampak penyelenggaraan BEC juga dirasakan berbagai sektor pendukung. Kehadiran ribuan pengunjung membuka peluang bagi pelaku UMKM, usaha kuliner, akomodasi, transportasi, jasa perjalanan, fotografer, desainer, hingga subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Khofifah menilai konsistensi penyelenggaraan event budaya berkualitas mampu memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi budaya unggulan. Pada saat yang sama, hal tersebut turut memperkokoh citra Jawa Timur sebagai salah satu pusat wisata budaya nasional.

Apresiasi serupa disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Indonesia, Zita Anjani. Ia menilai Banyuwangi berhasil menghadirkan standar penyelenggaraan karnaval budaya yang menjadi rujukan berbagai daerah di Indonesia.

“Ini merupakan contoh dan merupakan arah kompas ketika kita ingin menyelenggarakan event karnaval, Banyuwangi lah kiblatnya, jadi saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru