Kuota PBI-JK Pasuruan Terus Menyusut, Rusdi Sutejo Temui Mensos Gus Ipul di Jakarta

Jumat, 6 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo bersama Ketua PCNU Imron Mutamakkin saat audiensi dengan Mensos Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis (5/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo bersama Ketua PCNU Imron Mutamakkin saat audiensi dengan Mensos Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis (5/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajukan penambahan kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) kepada Kementerian Sosial menyusul turunnya jumlah penerima dalam empat tahun terakhir. Usulan itu disampaikan langsung Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat audiensi dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan Imron Mutamakkin. Audiensi ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan.

Data Pemkab Pasuruan menunjukkan kuota PBI-JK dari pemerintah pusat terus menurun sejak 2021. Saat itu jumlah penerima mencapai 604.460 jiwa, namun pada 2024 tersisa 549.243 jiwa atau berkurang lebih dari 55 ribu orang.

Penurunan tersebut berdampak pada rendahnya cakupan perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan. Pada 2024, rasio cakupan PBI-JK terhadap masyarakat rentan di Kabupaten Pasuruan tercatat hanya 54,62 persen.

Padahal, jumlah warga rentan di daerah itu masih sangat besar, bahkan pernah tercatat melampaui satu juta jiwa. Kondisi ini membuat hampir separuh masyarakat rentan berisiko tidak memiliki jaminan kesehatan.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan pemerintah daerah telah mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk layanan dasar dan pembangunan infrastruktur, sehingga tidak memungkinkan menutup seluruh kebutuhan jaminan kesehatan secara mandiri.

“Penurunan kuota ini tentu berdampak langsung pada masyarakat rentan. Karena itu kami berharap ada tambahan kuota PBI-JK dari pemerintah pusat agar perlindungan kesehatan bagi warga miskin di Kabupaten Pasuruan tetap terjamin,” ujar Rusdi.

Ia juga menyebut Pemkab Pasuruan kini memperkuat sistem pemutakhiran data sosial agar penyaluran bantuan lebih akurat.

“Untuk menyinkronkan data, kita sudah membangun command center sehingga kita tahu siapa yang memang berhak menerima bantuan dan siapa yang tidak. Dengan data yang lebih presisi, program bantuan akan lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyaluran berbagai program bantuan sosial.

“Problem kita selama ini adalah data tidak masuk atau tidak diperbarui. Padahal kondisi sosial ekonomi masyarakat terus berubah. Karena itu pembaruan data harus dilakukan secara berkala,” kata Gus Ipul.

Ia menegaskan Kemensos akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan basis data penerima bantuan semakin akurat.

“Kalau datanya sudah benar dan mutakhir, maka kebijakan penyaluran bantuan termasuk PBI-JK akan lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, proyeksi pemerintah menunjukkan jumlah masyarakat rentan di Kabupaten Pasuruan diperkirakan menurun menjadi sekitar 818–825 ribu jiwa pada periode 2025–2026.

Jika usulan tambahan kuota PBI-JK disetujui, cakupan perlindungan kesehatan di Kabupaten Pasuruan berpotensi meningkat signifikan dan mendekati 100 persen, sekaligus mempercepat pencapaian Universal Health Coverage (UHC).

“Harapan kami, dengan dukungan Kemensos, masyarakat miskin dan rentan di Kabupaten Pasuruan tidak lagi terbebani biaya kesehatan. Ini bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat perlindungan sosial,” pungkas Rusdi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru