Lamongan Catat Surplus Rp41 Miliar dan Raih WTP ke-10, Bupati Yes Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025

Jumat, 12 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali mencatat capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Lamongan, Jumat (12/6/2026).

Dalam pemaparannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menegaskan bahwa pelaksanaan APBD 2025 menunjukkan tren penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja.

Salah satu indikatornya adalah keberhasilan Kabupaten Lamongan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk kesepuluh kali berturut-turut. Selain itu, Lamongan juga kembali meraih Predikat A atau sangat baik dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian PAN-RB.

“Hal ini menunjukkan bahwa tata kelola dan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 secara umum telah berjalan dengan baik dan mengarah pada penguatan yang positif,” kata Pak Yes di hadapan anggota DPRD Lamongan.

Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp3,21 triliun atau 99,35 persen dari target sebesar Rp3,23 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu penopang utama dengan capaian Rp680,8 miliar atau meningkat 21,70 persen dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut dinilai menjadi sinyal semakin kuatnya kemandirian fiskal Kabupaten Lamongan dalam mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, realisasi belanja daerah dan transfer mencapai Rp3,17 triliun. Capaian tersebut menghasilkan surplus anggaran sebesar Rp41 miliar, berbanding terbalik dengan proyeksi awal yang diperkirakan mengalami defisit Rp85 miliar.

Tak hanya itu, total aset daerah juga meningkat sebesar Rp225,8 miliar dibanding tahun 2024. Kenaikan aset tersebut diikuti pertumbuhan ekuitas daerah sebesar Rp271 miliar serta penurunan kewajiban daerah yang mencerminkan kondisi keuangan yang semakin sehat.

Menurut Pak Yes, keberhasilan tersebut ditopang oleh optimalisasi belanja modal, khususnya pada sektor infrastruktur jalan, irigasi, dan jaringan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Dapat kami tegaskan bahwa tata kelola dan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 secara umum telah berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dari peningkatan PAD, peningkatan SILPA, optimalisasi belanja modal, serta penurunan kewajiban daerah,” pungkasnya.

Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Lamongan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru