PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Kelangkaan LPG 3 kilogram kembali terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dan membuat warga kesulitan mendapatkan tabung gas bersubsidi tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini bahkan memicu kenaikan harga di tingkat pengecer hingga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga membebani masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.
Menanggapi situasi tersebut, Pertamina memastikan telah menyiapkan langkah cepat untuk menstabilkan kembali pasokan di lapangan melalui penambahan distribusi secara bertahap.
Sales Branch Manager Rayon 8 Surabaya, Gilang Hisyam Hasyemi, mengakui adanya tekanan pada distribusi LPG 3 kg di wilayah Madura, khususnya Pamekasan.
“Dari monitoring kami, ada pengaruh kondisi global, termasuk situasi di Timur Tengah yang berdampak ke sektor energi. Ini sudah kami kaji,” ujarnya, Kamis (16/4).
Menurut Gilang, kelangkaan tidak hanya dipicu faktor pasokan, tetapi juga perilaku konsumen yang berubah drastis. Fenomena panic buying terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk Pamekasan, di mana masyarakat membeli LPG lebih dari biasanya karena kekhawatiran stok kosong.
“Perubahan pola beli ini membuat permintaan naik tiba-tiba,” jelasnya.
Selain itu, momentum tradisi Lebaran Ketupat serta meningkatnya hajatan masyarakat turut mendorong lonjakan konsumsi LPG 3 kg. Padahal, secara distribusi, pasokan selama Ramadan hingga pasca Idul Fitri disebut masih dalam kondisi relatif stabil.
Pertamina mencatat lonjakan permintaan yang tidak terprediksi ini menjadi tantangan utama dalam menjaga keseimbangan distribusi. Untuk itu, koordinasi dengan Kementerian ESDM terus dilakukan guna penyesuaian alokasi bulan April.
Sebagai langkah konkret, Pertamina telah menambah distribusi LPG pada pekan lalu dan kembali menjadwalkan penambahan lanjutan dalam waktu dekat. Total terdapat tiga kali penyesuaian alokasi untuk merespons lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Penambahan alokasi akan terus kami lakukan sampai kondisi normal kembali,” tegas Gilang.
Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG sesuai kebutuhan untuk menghindari kepanikan yang dapat memperburuk kondisi di lapangan. “Kami yakin kondisi LPG akan kembali kondusif,” tambahnya.
Distribusi LPG 3 kg di Pamekasan sendiri disalurkan melalui empat SPBE sebelum diteruskan ke agen dan pangkalan resmi, dengan suplai utama berasal dari terminal Pertamina di Gresik, Surabaya, dan Banyuwangi.
Penulis : Debora
Editor : Zainul Arifin


















Komentar