Menaker Yassierli Desak PT ASL Shipyard Tuntaskan Pelanggaran K3, Target Rampung Mei 2026

Selasa, 24 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meninjau galangan PT ASL Shipyard Indonesia di Batam, Selasa (24/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meninjau galangan PT ASL Shipyard Indonesia di Batam, Selasa (24/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BATAM, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendesak manajemen PT ASL Shipyard Indonesia segera menuntaskan temuan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) paling lambat Mei 2026. Desakan itu disampaikan menyusul evaluasi Kementerian Ketenagakerjaan atas serangkaian kecelakaan kerja yang terjadi di galangan kapal tersebut.

Saat meninjau langsung fasilitas perusahaan di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/2/2026), Yassierli menyebut hasil verifikasi lapangan menunjukkan lima dari tujuh temuan dalam Nota Pemeriksaan I Pengawas Ketenagakerjaan belum dipenuhi.

“Evaluasi ini menindaklanjuti jawaban perusahaan atas Nota Pemeriksaan I. Faktanya, masih ada kewajiban yang belum diselesaikan. Kami minta seluruh temuan dituntaskan paling lambat Mei 2026,” tegasnya.

Menurut dia, tim pengawas telah melakukan pengecekan administratif dan teknis di area produksi. Beberapa catatan menyangkut prosedur kerja berisiko tinggi, pengawasan penggunaan alat pelindung diri, hingga penguatan sistem manajemen risiko di lingkungan galangan kapal.

Sebagai tindak lanjut, manajemen PT ASL Shipyard Indonesia berkomitmen menyelesaikan seluruh rekomendasi, termasuk melakukan audit eksternal Sistem Manajemen K3 (SMK3) oleh lembaga independen. Audit tersebut dinilai krusial mengingat industri galangan kapal tergolong sektor berisiko tinggi dengan potensi kecelakaan fatal.

“Untuk industri seperti ini, audit eksternal bukan formalitas. Ini menyangkut perlindungan nyawa pekerja dan keberlangsungan usaha,” ujar Yassierli.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah bukan semata melakukan penindakan, tetapi memastikan akar penyebab kecelakaan teridentifikasi dan dicegah sejak dini. Namun, jika ditemukan unsur kelalaian serius, penegakan hukum tetap akan dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Data Kemnaker menunjukkan sektor konstruksi dan manufaktur berat masih menjadi penyumbang angka kecelakaan kerja tertinggi secara nasional. Karena itu, penguatan budaya K3 dinilai menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar kewajiban administratif.

“Nyawa setiap pekerja sangat berharga. Negara berdiri bersama pekerja dan keluarganya. Penerapan norma K3 itu wajib, bukan pilihan,” kata Yassierli menutup pernyataannya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru