Mendag Budi Santoso Buka Jalan UMKM Banyuwangi Tembus Pasar Dunia

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka peluang lebih luas bagi UMKM Banyuwangi untuk menembus pasar internasional. Pemerintah menyiapkan jaringan perwakilan perdagangan hingga program business matching untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Hal tersebut disampaikan Budi saat melepas ekspor koral hidup tujuan Amerika Serikat dari PT Srikandi Aquarium Ketapang, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (28/8/2026).

Ekspor koral hidup tersebut senilai 2.500 dolar AS. Perusahaan tersebut telah mengirim produk koral ke sekitar 20 negara di tiga benua dengan nilai transaksi rata-rata 60 ribu dolar AS setiap bulan.

Di negara tujuan, koral hidup asal Banyuwangi diminati para penghobi untuk dijadikan hiasan akuarium.

Koral tersebut merupakan hasil budidaya di lokasi pembudidaya di Kecamatan Kalipuro. Lebih dari 20 jenis koral dibudidayakan dan seluruhnya dipasarkan ke luar negeri sejak 2011.

Budi mengatakan pemerintah berkomitmen mendorong produk UMKM agar mampu masuk ke pasar internasional. Bagi UMKM yang sudah berhasil menembus pasar luar negeri secara mandiri, pemerintah akan membantu membuka akses ke negara tujuan lainnya.

Salah satu caranya melalui promosi produk Indonesia lewat jaringan perwakilan perdagangan di berbagai negara.

“Kementerian Perdagangan mempunyai Perwakilan Perdagangan, Atase Perdagangan, dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) di 33 negara. Tugas mereka adalah mencarikan buyer atau mempromosikan produk-produk Indonesia. Salah satunya ya seperti produk dari UMKM yang ada di Banyuwangi,” kata Budi.
Budi menjelaskan pelaku UMKM juga dapat mengikuti program business matching yang disediakan pemerintah.

Melalui program tersebut, pelaku UMKM cukup mempresentasikan produknya secara daring kepada perwakilan perdagangan Indonesia di negara tujuan.

“UMKM cukup presentasi online, nanti kita yang atur. Misalnya mau ke Amerika, ya nanti tinggal kita temukan dengan Atase Perdagangan kita di Amerika atau ITPC kita di Los Angeles dan di Chicago,” kata dia.

Setelah presentasi, perwakilan perdagangan akan membantu mencari calon pembeli di negara tujuan. Jika buyer ditemukan, pemilik UMKM kemudian dipertemukan dengan calon pembeli untuk kembali mempresentasikan produknya.

Program tersebut mencatat nilai transaksi yang terus meningkat. Budi menyebut nilai transaksi tahun lalu mencapai 134,8 juta dolar AS atau lebih dari Rp2 triliun.

Sementara pada Januari-Juli tahun ini, nilai transaksi telah mencapai 333 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, 70 persen UMKM yang terlibat disebut belum pernah melakukan ekspor.

“Tahun lalu nilai transaksi (program tersebut) sudah mencapai 134,8 juta dollar AS, jadi 2 triliun lebih. Tahun ini, Januari–Juli itu transaksinya sudah 333 juta dollar AS. Itu 70% UMKM-nya belum pernah ekspor,” lanjutnya.

Menurut Budi, pendampingan terhadap UMKM yang telah melakukan ekspor relatif lebih mudah karena mereka sudah memahami standar kualitas dan ketentuan lainnya. Pemerintah tinggal membantu mencarikan pasar yang lebih luas.

Selain membuka akses melalui perwakilan perdagangan, pemerintah juga memanfaatkan berbagai perjanjian dagang untuk memperluas pasar ekspor Indonesia.

Budi menyebut Indonesia memiliki perjanjian dagang dengan Amerika Serikat. Menurutnya, perdagangan Indonesia-Amerika mencatat surplus bagi Indonesia sebesar 18,11 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia ke AS tahun lalu mencapai 30,9 miliar dolar AS.

“Kita dengan Amerika surplus 18,11 miliar dollar AS. Ekspor kita tahun lalu itu 30,9 miliar dollar AS,” kata dia.

Indonesia juga memiliki kerja sama perdagangan dengan Uni Eropa yang rencananya akan ditandatangani pada Oktober mendatang.

“Jadi nanti bapak-ibu eksporir dapat kemudahan masuk pasar ke Amerika, masuk pasar ke Uni Eropa dengan tarif yang lebih rendah. Jadi kita bisa bersaing dengan negara yang lain,” ujar dia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru