LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meluncurkan Program Salam-Q Genting pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 dan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Pendopo Lokatantra, Kamis (6/8). Program ini menjadi inovasi digital untuk mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meluncurkan Program Salam-Q Genting atau Sedekah Amal Qris Lamongan untuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dalam puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 dan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026. Peluncuran dilakukan di Pendopo Lokatantra, Kamis (6/8), sebagai bentuk keberlanjutan Program Genting dengan penyesuaian kebutuhan percepatan dan digitalisasi bantuan.
Pak Yes mengatakan pembangunan ketahanan nasional berawal dari keluarga. Karena itu, ia menilai penting memastikan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang kuat, berdaya saing, dan memiliki masa depan yang baik.
“Mari kita terus bergandeng tangan, berkomitmen bersama untuk kesejahteraan dan kejayaan Lamongan yang terus berkesinambungan. Hari ini juga akan saya launching Salam-Q Genting yang akan kami persembahkan untuk masyarakat,” ucap Pak Yes.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Lamongan, dr. Aini Mas’idha, menjelaskan bahwa selama ini pembayaran dalam Program Genting dilakukan melalui transfer. Melalui Salam-Q Genting, penyaluran bantuan diharapkan menjadi lebih mudah, dekat, dan tidak dibatasi nominal rupiah.
“Qrisnya nanti akan kami sebarluaskan. Ini bentuk keberlanjutan dan inovasi kami guna tetap mensukseskan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang kami intervensi dengan penyesuaian kebutuhan percepatan dan digitalisasi dalam penyampaian bantuan orang tua asuh kepada keluarga resiko stunting di Kabupaten Lamongan,” terangnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya Lamongan memperkuat peran keluarga dalam pembangunan. Pemerintah daerah menempatkan keluarga sebagai fondasi ketahanan nasional sekaligus pintu masuk untuk mencegah stunting secara lebih terukur dan mudah diakses masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar